EmitenNews.com - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) akan meminta persetujuan pemegang saham atas rencana divestasi atau penjualan seluruh kepemilikan saham pada entitas anaknya, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA). Rencana tersebut akan dimintakan restu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Perseroan menjadwalkan RUPSLB pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, yang akan diselenggarakan secara luring di Kantor Perseroan sekaligus daring. Agenda utama rapat adalah persetujuan dan pengesahan rencana divestasi saham JAYA.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Selasa (10/2/2026), manajemen menyebutkan bahwa pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam RUPSLB adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan Bursa pada 9 Februari 2026.

Perseroan juga mengimbau pemegang saham untuk memberikan kuasa secara elektronik melalui fasilitas e-Proxy pada sistem eASY.KSEI. Sementara itu, bagi pemegang saham yang memilih memberikan kuasa secara fisik, dokumen surat kuasa dapat diunduh melalui situs resmi Perseroan dan wajib diserahkan kepada Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora paling lambat 2 Maret 2026.

Manajemen PPGL turut membuka ruang komunikasi bagi pemegang saham yang telah memberikan kuasa secara elektronik dengan memberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan atau pendapat melalui alamat email resmi Perseroan hingga hari pelaksanaan rapat. Jawaban atas pertanyaan tersebut akan disampaikan secara tertulis selambat-lambatnya tiga hari kerja setelah RUPSLB selesai.

Hingga akhir Januari 2026, Prima Globalindo tercatat menguasai 365,59 juta saham atau setara 45,79% kepemilikan di PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA). Pemegang saham JAYA lainnya antara lain Komisaris JAYA, Jap Astrid Patricia, yang menggenggam 7,27% saham.

Adapun pemegang saham pengendali JAYA adalah Darmawan Suryadi SM yang menguasai 167,65 juta saham atau setara 21%. Darmawan juga tercatat sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) atas kepemilikan saham JAYA.