Kalahkan Vietnam, Indonesia Berhasil Ajak Wavin Bangun Pabrik Pipa di KIT Batang

Indonesia Berhasil Ajak Wavin Bangun Pabrik Pipa di KIT Batang. dok2. batangkab.go.id.
EmitenNews.com - Ini keberhasilan pemerintah dalam memenangkan investasi. Pembangunan pabrik pipa di Batang hasil Indonesia mengalahkan Vietnam. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pabrik pipa yang tengah dibangun Wavin B. V, di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah itu, hasil upaya Indonesia "menelikung" Vietnam dalam mendatangkan investasi tersebut.
“Kita rayu mereka, tadinya mau ke negara lain, salah satunya Vietnam, tetapi kita kasih tawaran yang baik Alhamdulillah mereka bisa hadir untuk groundbreaking hari ini," kata Bahlil Lahadalia dalam laporannya pada prosesi peletakan batu pertama pabrik pipa Wavin di KIT Batang, Jawa Tengah, Senin (3/10/2022).
Menteri Bahlil membeberkan bahwa Wavin B.V. sebelumnya berencana melakukan investasi pembangunan pabrik pipa asal Belanda tersebut di negara lain, termasuk Vietnam sebagai salah satu opsinya. Tetapi, mantan Ketua Umum HIPMI itu, berhasil merayu perusahaan Belanda tersebut untuk akhirnya memilih Indonesia.
Dalam laporan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 23 November 2020, komitmen investasi Wavin tercapai dalam pertemuan di Den Haag, Belanda, pada 11 November 2020.
Presiden Joko Widodo melakukan prosesi peletakan batu pertama pabrik pipa tersebut, dengan hadir langsung di KIT Batang, Jateng. Wavin menggandeng perusahaan India, Obria, dan membangun pabrik pipa tersebut melalui PT Wavin Manufacturing Indonesia.
Bahlil menjelaskan nilai strategis investasi tersebut. Pasalnya, selama ini 80 persen pipa di Indonesia masih harus didatangkan secara impor.
Bagusnya, Wavin telah melaporkan bahwa pabrik pipa yang dibangun tersebut merupakan salah satu fasilitas produksi terbesar mereka di dunia. Produksinya bukan hanya untuk penetrasi di Asia Tenggara dan Pasifik, tetapi juga akan diekspor ke Eropa.
Bahlil menuturkan bahwa pabrik pipa tersebut diproyeksi selesai dibangun dan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024. ***
Related News

Balas Indonesia dengan Tarif Impor 32 Persen, Ini Alasan Trump

Hadapi Aksi Trump, Ekonom Ini Sarankan RI Evaluasi Kebijakan Dagang

Program JETP Jalan Terus, Sudah Masuk Rp18,15T Untuk 54 Proyek

Usai Semua Saham BUMN Masuk Danantara, Ini Harapan Sang CEO

Jaga Keandalan, Aplikasi Coretax DJP Sempat Alami Waktu Henti

Bermula dari KKV, Kini Gerai OH!SOME Sukses Memancing Pembeli