Kapok Rugi, Laba PSAB 2024 Melambung 193 Persen

Alat berat di area tambang emas J Resources. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - J Resources Asia (PSAB) sepanjang 2024 mengemas laba bersih USD9,42 juta. Melambung 193 persen dari episode sama tahun sebelumnya minus USD10,08 juta. Menyusul hasil itu, laba per saham menjadi USD0,0004 dari sebelumnya boncos USD0,0004.
Penjualan USD236,01 juta, melejit 38,71 persen dari periode sama tahun sebelumnya USD170,14 juta. Beban pokok penjualan USD122,22 juta, bengkak signifikan dari akhir tahun sebelumnya USD68,32 juta. Laba kotor tercatat USD113,78 juta, melesat 11,75 persen dari akhir 2023 sebesar USD101,81 juta.
Keuntungan dari perubahan nilai wajar investasi yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi USD21,38 ribu, naik dari USD15,79 ribu. Pendapatan bunga USD40,84 ribu, surplus dari USD39,75 ribu. Laba penjualan dan penghapusan aset tetap USD101,22 ribu, tumbuh dari minus USD7,51 juta.
Kerugian penurunan nilai aset tetap USD2,54 juta, susut dari USD2,59 juta. Amortisasi dan penghapusan USD12,11 juta, bengkak dari USD9,65 juta. Beban bunga dan beban keuangan lainnya USD14,01 juta, susut dari USD17,03 juta. Beban umum dan administrasi USD52,58 juta, naik dari USD44,27 juta.
Laba sebelum pajak USD23,66 juta, mengalami lompatan dari USD12,77 juta. Jumlah beban pajak USD5,98 juta, mengalami penciutan dari episode akhir tahun sebelumnya sebesar USD12,19 juta. Laba tahun berjalan USD17,67 juta, meroket 2.946 persen dari posisi akhir tahun sebelumnya USD581,87 ribu.
Jumlah ekuitas terakumulasi sebesar USD402,48 juta, mengalami lonjakan dari akhir tahun sebelumnya USD382,95 juta. Total liabilitas tercatat sebesar USD464,22 juta, berkurang dari edisi sama tahun sebelumnya USD475,56 juta. Total aset USD866,71 juta, menanjak dari akhir 2023 senilai USD858,52 juta. (*)
Related News

Listing Perdana! Saham Medela (MDLA) Ditransaksikan 59.441 Kali

Bank Raya (AGRO) Tambah Fitur Kasir, Permudah Cek Keuangan Usaha

BEI Telusuri Pernyataan Bos Sinarmas soal Merger FREN-EXCL Tak Defisit

COAL Catat Penjualan dan Laba Tergerus Sepanjang 2024

BRI Siapkan Uang Tunai untuk Living Cost Jemaah Haji 2025

Bos HGII Mulai Lagi Borong Saham Harga Bawah IPO, Ada Apa?