Kasus Korupsi PGN, Terbuka Peluang KPK Jerat Tersangka Korporasi
:
0
Dirut PGN 2008-2017 Hendi Prio Santoso. dok. Liputan6.
EmitenNews.com - Terbuka peluang perusahaan menjadi tersangka dalam kasus korupsi jual beli gas antara PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Inti Alasindo Energi (IAE) atau Isargas. Komisi Pemberantasan Korupsi memberi sinyal potensi menjerat korporasi dalam kasus yang sudah menjerat empat tersangka itu.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya kepada wartawan, seperti dikutip Selasa (4/11/2025).
Komisi Antirasuah akan melihat apakah perbuatan melawan hukum dalam kasus korupsi itu dilakukan oleh individu-individu, atau juga oleh korporasi. Hal itu nantinya akan dipelajari dan dianalisis penyidik dalam pengembangan perkara korupsi itu.
Sejauh ini, KPK hanya menetapkan empat tersangka perorangan pada kasus korupsi PGN. Dua tersangka dari petinggi PGN yaitu Dirut PGN 2008-2017 Hendi Prio Santoso; dan Direktur Komersial PGN 2016-2019 Danny Praditya.
Dua tersangka lainnya adalah petinggi IAE yaitu Komisaris Utama IAE 2007-sekarang Arso Sadewo Tjokro Soebroto; dan mantan Komisaris IAE Iswan Ibrahim.
"PT BIG (Banten Inti Gasindo) ini dalam penguasaan saudara AS (Arso Sadewo), yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Budi Prasetyo.
KPK sebelumnya menyita sejumlah tanah dan bangunan PT BIG di kawasan Kota Cilegon, Banten. Penyidik juga menyita 13 jaringan pipa gas perusahaan yang totalnya mencapai 7,6 kilometer.
Seluruh aset PT BIG tersebut adalah agunan yang dicantumkan dalam perjanjian kerja sama antara PGN dan IAE. Penyitaan pun dilakukan dalam upaya memulihkan kerugian negara yang diduga mencapai USD15 juta.
"Kerja sama tersebut ada kemudian kickback yang diberikan dari pihak PT IAE kepada pihak PGN. Sehingga di situ meeting of mind-nya, ada pengkondisian-pengkondisian terkait dengan kerja sama yang dilakukan antara PT PGN dengan PT IAE," ujar Budi Prasetyo.
KPK telah menyita aset milik PT BIG, perusahaan Grup Isargas
Related News
Amankan Fiskal Pemerintah Bakal Efisienkan Belanja, Termasuk MBG
Fitch Sematkan Rating ‘BBB’ untuk Penerbitan Samurai Bond Indonesia
Rekrutmen Kampung Nelayan Merah Putih Diburu Ratusan Ribu Pelamar
PTPP Garap Pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkulu
Di Jambi Komnas HAM Bahas Kasus, Konflik Lahan Mendominasi
Pengembangan Kasus Tambang Samin Tan, Ada Tiga Tersangka Baru





