EmitenNews.com - Indeks harga saham gabungan atau IHSG diperkirakan kembali bergerak fluktuatif di rentang 6920-7000, dengan kecenderungan koreksi pada perdagangan Senin (21/3).
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyebut potensi koreksi IHSG ditunjukan dari death cross pada indikator Stochastic RSI dan MACD.
Indikasi lain penurunan IHSG terlihat dari adanya penurunan net buy signifikan di perdagangan penutupan akhir pekan, Jumat (18/3) kemarin.
Dengan kondisi ini menurut Valdy saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini antara lain ANTM, INCO, TINS, TLKM, INKP, TKIM dan SMDR.
"Saham-saham yang sensitif terhadap inflasi dan sukubunga, di antaranya consumer, property & real estate, CPO dan bank, diperkirakan masih dibayangi sentimen negatif spekulasi kenaikan suku bunga acuan BI dan perkiraan kenaikan inflasi dalam beberapa bulan ke depan," prediksinya.
Salah satu pemicunya adalah kenaikan harga minyak goreng setelah pemerintah memutuskan untuk menghapus harga eceran tertinggi atau HET sebesar Rp14,000 per liter.
Meski demikian kenaikan ini diperkirakan bersifat sementara, karena pemerintah berencana menaikan tarif ekspor CPO sebesar 80% guna menjaga pasokan CPO di dalam negeri.(fj)
Related News
Jelang Rp1 Berlaku, IHSG Pekan Depan Masih Volatil, Uji 6.300
IHSG Melemah 0,9 Persen di Akhir Pekan, 3 Big Banks Topang Transaksi
Bursa Siang Sepi Transaksi, IHSG Drop ke 6.263—Asing Net Sell Lagi
IHSG Sesi I Kurang Tenaga, Turun 0,55%, Rupiah pun Dekati Rp18.000
Meski Ditekan Sentimen, IHSG Dibuka Menguat 0,32% ke Atas Level 6.300
Microsoft Investasi USD1,7 M, Menkomdigi Minta Transfer AI





