Kemarau Belum Datang Udara Panas Bukan Main, Ingat Saran BMKG
:
0
Ilustrasi ikon Kota Surabaya, Jawa Timur. Dok. Okezone.
EmitenNews.com - Musim kemarau belum lagi datang, tetapi udara sudah panas bukan main. Itulah yang dirasakan oleh warga Kota Surabaya, Jawa Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau di Kota Buaya itu, baru terjadi pada pertengahan hingga akhir Mei 2026. BMKG mengingatkan gunakan air sebijak mungkin, dan jangan bakar sampah sembarangan.
Dalam keterangannya kepada pers, Selasa (5/5/2026), Prakirawan BMKG Juanda, Levi Ratnasari, mengatakan Surabaya diperkirakan mulai memasuki musim kemarau pada 21 Mei hingga akhir Mei 2026 atau dasarian III.
Levi Ratnasari menyebutkan, sebagian wilayah kemarau lebih cepat. Sejumlah wilayah di Surabaya diprediksi mengalami awal musim kemarau lebih cepat, yakni pada 11–20 Mei 2026 atau dasarian II. Namun, untuk sebagian wilayah seperti Surabaya bagian barat, diprediksi awal musim kemarau pada Mei dasarian II atau pertengahan Mei.
Tetapi, dalam beberapa hari terakhir, wilayah Surabaya mengalami suhu panas menyengat pada siang hari. Selain itu, hujan juga tidak turun sejak pekan lalu. Levi menanggapi istilah “Godzilla El Nino” yang ramai dibicarakan masyarakat, termasuk oleh Wagub DKI Jakarta Rano Karno.
Levi menegaskan istilah tersebut bukan istilah resmi BMKG. “Godzilla El Nino bukan istilah resmi dalam BMKG. Namun memang prediksi dari BMKG untuk musim kemarau tahun ini diikuti oleh fenomena El Nino. Dengan begitu, musim kemarau yang biasanya akan terasa kering dan terik ditambah diikuti fenomena El Nino.
“Maka kondisi musim kemarau akan lebih terasa kering dan terik,” tambahnya.
BMKG mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Sejak Pertengahan April 2026, Sebagian Besar Wilayah Jabodetabek Cuacanya Cerah Cenderung Terik
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab suhu udara di Jabodetabek yang terasa sangat panas pada beberapa hari terakhir April 2026 ini. Pelaksana Harian (Plh) Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani mengatakan, sejak pertengahan April 2026, sebagian besar wilayah Jabodetabek cuacanya cerah cenderung terik, terutama pada siang hari.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, suhu tertinggi di wilayah Jabodetabek mencapai 35-36 derajat celsius di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya. Kondisi suhu panas dan terik pada siang hari tersebut secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor secara tidak langsung.
Related News
Komisi Reformasi Serahkan Laporan, Soal Kapolri Ini Putusan Presiden
Potongan Dipangkas, Grab Pertimbangkan Ubah Model Bisnisnya
BFIN Beber Kronologi Upaya Penarikan Mobil Konsumen
Kasus LNG, Hakim Ungkap Ada Eks Dirut Pertamina di Balik Rugi Rp1,77T
APPRI Rilis Survei PR 2026, Industri Masuk Fase Transisi Strategis
Kasus Pengadaan LNG, Vonis 4,6 Tahun Untuk Eks Direktur Pertamina Ini





