Kementerian ESDM Catat Lima Tantangan dalam Pengembangan Bioavtur
:
0
Ilustrasi penggunaan bioavtur. dok. Suara. Pertamina.
EmitenNews.com - Terdapat tantangan dan peluang dalam pengembangan sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur, bahan bakar penerbangan ramah lingkungan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap, sedikitnya ada lima tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan bioavtur ke depan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat, tantangan pertama, yakni terbatasnya ketersediaan jumlah dan jenis bahan baku untuk produksi SAF.
"Bahan baku yang digunakan menghindari kompetisi dengan makanan dan bahan baku industri lainnya," ujar Direktur Bioenergi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Edi Wibowo, di Jakarta, Rabu (13/12/2023).
Adi Wibowo mengemukakan hal itu, saat Focus Group Discussion bertajuk "Biodiesel dan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan di Indonesia" yang digelar oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef).
Kedua, mengurangi biaya produksi hingga sebanding dengan bahan bakar avtur agar SAF layak secara ekonomi dan produksi dapat ditingkatkan secara signifikan.
Related News
Obligasi dan Sukuk PLN Senilai Rp683,2 Miliar Jatuh Tempo 1 Agustus
Kinerja Menggembirakan, Laba Maybank (BNII) Meningkat 21,2 Persen
Indef Nilai Margin Bunga Bersih Bank Turun Perkuat Akses KPR Subsidi
Pemerintah Miliki Utang ke Pupuk Indonesia, Naik Jadi Rp21 Triliun
Harga Pertamax Resmi Turun, Tapi Minimalis, Cek Daftarnya Terbarunya
Calon Gubernur BI Masih Digodok, Begini Syarat Wajib dari Prabowo





