Kepercayaan Pulih, KKP Targetkan Ekspor 200 Kontainer Udang ke AS
:
0
Ilustrasi Udang masih menjadi komoditas utama ekspor produk perikanan Indonesia dengan nilai ekspor sebesar USD1.397,23 juta. AS masih menjadi tujuan utama ekspor udang dengan pangsa 63,1 persen dari total ekspor udang Indonesia.
EmitenNews.com - Pemerintah menargetkan mengekspor sebanyak 200 kontainer udang beku ke Amerika Serikat pada November 2025. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis rencana itu tercapai, usai pulihnya kepercayaan negara tersebut setelah polemik paparan radioaktif Cesium-137.
Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (6/11/2025), Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP Ishartini menyebutkan sebanyak 134 dari 200 kontainer atau sekitar 2.000 ton udang telah siap kirim. Kepastian itu diperoleh usai proses pemindaian (scanning) menyeluruh.
"Kemarin baru tujuh kontainer yang diekspor, baru pertama, tetapi itu sudah pecah telor (pasca adanya isu Cs-137). Kami menargetkan 200 kontainer November 2025 ini. Sekarang ada 134 kontainer yang sudah selesai scanning," kata Ishartini.
Seluruh produk ekspor tersebut kini menunggu hasil uji dari laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang diperkirakan rampung dalam waktu sekitar sepekan.
KKP membeberkan langkah strategis mengembalikan kepercayaan Amerika Serikat terhadap udang Indonesia pasca-temuan Cesium-137. Hal itu dilakoni melalui kolaborasi lintas lembaga nasional dan internasional guna menjaga eksistensi ekspor perikanan di level global.
Ishartini mengungkapkan, pada 19 Juli 2025 pihaknya menerima notifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat. Food and Drug Administration (FDA) AS itu, melaporkan temuan Cesium-137 pada satu kontainer udang asal Indonesia.
"Kami langsung maraton, mengadakan rapat koordinasi, baik itu dengan USFDA, kemudian dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta," kata Ishartini dalam jumpa pers Perkembangan Penanganan Isu Cesium-137 pada Produk Udang Indonesia, di Jakarta, Kamis.
KKP juga melibatkan sejumlah pakar dari perguruan tinggi untuk menyusun langkah teknis dan diplomatik terpadu.
Juga berkoordinasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), sebagai lembaga yang berwenang menangani aspek keselamatan nuklir. Tujuannya, memastikan pendekatan ilmiah dan pengawasan sesuai standar internasional.
Dari situ dihasilkan rencana analisis, inspeksi bersama, serta pelatihan teknis bagi petugas KKP untuk melakukan proses pemindaian, pengambilan sampel, dan pengujian laboratorium terhadap produk udang di berbagai daerah.
Related News
Menperin Buka Rahasia agar Produk IKM Lekas Naik Kelas, Begini Caranya
HUT ke-18, ICSA Soroti Tantangan Etika dan Integritas di Era AI
Sikap Bos Indosaku soal Denda OJK Rp875 Juta karena Ulah Penagih Utang
Lewat Dashboard Haji Bisa Pantau Data Jamaah Hingga Jadwal Penerbangan
Setelah Ekonomi Hijau, Presiden Dorong Ekonomi Biru, Apa Itu?
Indonesia Dorong ASEAN Percepat Diversifikasi Energi di Tengah Krisis





