Kerek Kapasitas Produksi, PART Tarik Pinjaman Rp277,17 Miliar
:
0
Sejumlah pengusaha negeri Jiran, Malaysia mengunjungi pabrik perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Cipta Perdana Lancar (PART) mendapat suntikan modal Rp277,17 miliar. Fasilitas kredit tersebut meluncur dengan deras dari Bank Central Asia (BBCA). Perjanjian perolehan fasilitas kredit tersebut telah diteken pada 19 Januari 2026.
Rincian transaksi perolehan tambahan plafon, dan perubahan fasilitas kredit tersebut sebagai berikut. Fasilitas modal kerja berupa kredit lokal & time loan revolving dengan plafon Rp30 miliar. Installment loan alias pinjaman cicilan 3-6: total saldo pinjaman atau outstanding Rp19,1 miliar. Installment loan 7-8: fasilitas baru dengan plafon Rp49,8 miliar.
Lalu, kredit Investasi 4-7: total outstanding Rp87,77 miliar. Kredit investasi 8 & 9 dengan total plafon Rp30 miliar. Kredit investasi 10 Uncommitted sebesar Rp60,5 miliar. Suku bunga mayoritas fasilitas pinjaman di kisaran 8 persen hingga 8,38 persen per tahun. Durasi pinjaman modal kerja 1 tahun dapat diperpanjang, dan Installment loan & kredit invvestasi 5-8 tahun.
Perolehan fasilitas pinjaman itu, dijamin oleh aset perseroan senilai Rp322,15 miliar. Rinciannya, aset mesin produksi Rp43,69 miliar. Piutang dagang Rp30 miliar. Persediaan bahan baku milik perseroan Rp10 miliar, dan aset tanah dan bangunan berlokasi di Tangeran, Banten.
Alasan utama transaksi itu untuk memenuhi kebutuhan modal kerja guna membiayai proyek-proyek baru yang selaras dengan kegiatan usaha utama perseroan. Dana pinjaman akan dialokasika secara khusus untuk investasi pada pengadaan mesin produksi baru, peralatan tooling, pengadaan bahan baku untuk mendongkrak kapasitas produksi. (*)
Related News
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham
Dalam Pemulihan Industri Domestik, Laba Emiten Semen Ini Naik 111%
CBRE Kantongi Fasilitas Kredit USD45 Juta dari Maybank
Emiten Keponakan Prabowo (TRIN) Catat Penjualan Q1 Anjlok Drastis





