KETR Gandeng MORA Geber Proyek Kabel Laut 400 Tbps Jakarta-Singapura
:
0
Petugas lapangan emiten KETR menyiapkan gulungan kabel. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Awal 2026 dimanfaatkan PT Ketrosden Triasmitra Tbk. (KETR) bersama mitra strategisnya PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang terafiliasi grup Sinar Mas itu bersama memulai garapan infrastruktur digital regional.
Kedua emiten telekomunikasi ini resmi memulai penggelaran Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jakarta–Batam–Singapura bertajuk Rising 8, salah satu proyek kabel laut paling strategis di kawasan.
Melalui anak usaha PT Jejaring Mitra Persada (JMP), Triasmitra bersama Moratelindo memulai penggelaran kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer. Tahap awal proyek difokuskan pada segmen Jakarta–Batam sepanjang 1.053,5 kilometer, menggunakan kapal penggelar kabel berbendera Indonesia, Cable Laying Vessel (CLV) Bentang Bahari.
SKKL Rising 8 mengusung teknologi repeatered submarine cable system berkapasitas tinggi dengan total kapasitas mencapai 400 Terabit per second (Tbps).
Kapasitas jumbo ini menjadikan Rising 8 sebagai salah satu sistem kabel laut terbesar di kawasan regional, sekaligus memperkuat jalur konektivitas data internasional Indonesia–Singapura.
Dari sisi teknologi, proyek ini menggunakan kabel bawah laut produksi Norddeutsche Seekabelwerke GmbH (NSW) asal Jerman, bagian dari Prysmian Group, yang telah berpengalaman lebih dari 125 tahun dalam industri kabel laut. Sistem ini juga diperkuat 11 unit repeater berteknologi tinggi dari Alcatel Submarine Networks (ASN) Prancis, yang dirancang mendukung 16 fiber pairs dengan kapasitas minimum 400 Tbps.
Seluruh proses penggelaran akan diawasi ketat oleh instansi pemerintah terkait, dengan pengawas resmi yang turut berada di atas kapal selama pelaksanaan proyek.
Pengoperasian SKKL Rising 8 diharapkan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang bagi KETR dan MORA di segmen jaringan backbone dan konektivitas global.
Related News
DSSA Lepas 9,63 Miliar Saham Treasury Mulai 10 Agustus, Siap Tampung?
Harga Rights Issue AHAP Rp50, Anthoni Salim via ACA Serap Rp109,5M
VISI Lunasi Utang BCA Usai Raffi-Nagita Masuk, Liabilitas Turun 82%
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan





