Keuangan Perusahaan Unggas Tertekan, Bagaimana Laju Pertumbuhan Bisnis CPIN dan JPFA
EmitenNews.com -Tingginya harga jagung dan bungkil kedelai serta harga jual ayam broiler yang fluktuatif kemungkinan akan terus menekan profil keuangan perusahaan unggas Indonesia, menurut Fitch Ratings.
Namun, kuatnya permintaan dari populasi berpendapatan menengah yang terus meningkat dan intervensi pemerintah melalui pemusnahan wajib dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang.
Fitch Ratings yakin dua perusahaan unggas terbesar dan paling terintegrasi secara vertikal di Indonesia yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) di (B+/A(idn/Stabil) akan terus mendapatkan keuntungan dari posisi pasar mereka yang kuat.
“Kedua perusahaan lama ini memiliki posisi yang lebih baik untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pasar unggas domestik, didukung oleh profil keuangan yang kuat dan keunggulan kompetitif dibandingkan perusahaan unggas kecil,” tulis Fitch Ratings dalam risetnya yang dikutip, Jumat (2/2/2024).
Fitch Ratings memperkirakan profitabilitas akan lebih fluktuatif pada perusahaan yang terintegrasi secara vertikal yang menghasilkan sebagian besar penjualan dari segmen ayam pedaging, karena kelebihan pasokan ayam , yang disebabkan oleh terfragmentasinya segmen industri menengah dan hilir, kemungkinan akan membebani pasar.
Namun, Fitch Ratings memperkirakan pemerintah akan memberikan dukungan melalui instruksi pemusnahan, yang akan mendukung harga unggas hidup bagi produsen unggas dalam negeri, termasuk sejumlah besar peternak kecil.
Related News
BPTR Diguyur Kredit Jumbo Hampir Rp700M, Ini Rencana Penggunaannya
Nol Utang, Marjin Laba 48 Persen: DMAS Pamer Fundamental Super Sehat
Provident Investasi Pastikan Kesiapan Dana Pelunasan Obligasi I 2023
Sukses Dalam Berinovasi Bank Raya Raih Penghargaan di Digital Day 2026
Grup Djarum (BELI) Geber MESOP 1,50 Miliar Saham, Harga Tebus Rp430
Laba 2025 Menciut, Emiten Nikel Ifishdeco (IFSH) Beber Pendapatan Rp1T





