EmitenNews.com - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap sukses menyabet penghargaan level internasional, Energy Management Leadership Award (EMLA) 2022 berupa Energy Management Insight Award. EMLA diselenggarakan oleh Clean Energy Ministerial (CEM), sebuah forum global Clean Energy Leadership pada September 2022 untuk mempromosikan transisi energi dan penggunaan energi bersih.


PT KPI RU IV melalui unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Plant sebelumnya sudah tersertifikasi ISO 50001 tentang Energy Management System sejak 2021. Sertifikasi inilah yang menjadi kualifikasi mandatori masuk nominasi EMLA.


Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU IV, Cecep Supriyatna mengatakan RU IV bersanding dengan 173 fasilitas dari 20 negara dunia di ajang EMLA, berkompetisi mempromosikan capaian perusahaan mengimplementasikan ISO 50001 dan manajemen energi.


“Kami meyakini ini merupakan langkah yang akan membawa PT KPI semakin dekat meraih visi menjadi perusahaan energi berskala internasional,” katanya.


Lebih lanjut RU IV menyiapkan studi kasus di ajang EMLA tentang perjalanan dan pencapaian RU IV RFCC Plant dalam manajemen energi pasca implementasi ISO 50001. “Hasilnya, tercatat total biaya penghematan RU IV senilai US$2,7 juta dollar dengan total penurunan emisi CO2 hampir 27 ribu ton sepanjang 2021. Ini tentu membanggakan,“ ujar Cecep.


Dijelaskan, kesuksesan ini semakin membuktikan bahwa RU IV selalu mengedepankan energi bersih.


“Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya diubah dari satu bentuk ke bentuk lain dan kita bisa mengatur penggunaan energi untuk meningkatkan produktivitas. ISO 50001 membantu kami mengembangkan sistem manajemen energi yang efektif demi menyelemaatkan masa depan kita,” ungkap Cecep.


Ia menambahkan, pencapaian EMLA 2022 juga sejalan dengan aspek Environmental Social Governance (ESG) perusahaan sebagaimana praktik sustainability internasional. Standar ISO 50001 tentang Energy Management System sebagai komitmen RU IV dalam efisiensi energi sehingga mampu mengurangi emisi karbon sekaligus menjadi legacy positif penerapan energi bersih.(fj)