EmitenNews.com - PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) mencatat pendapatan sebesar Rp95 juta pada kuartal I 2026, merosot 61 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp244 juta.

Manajemen menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi perlambatan pasar properti yang berdampak terhadap penjualan perusahaan induk. Meski demikian, anak usaha Perseroan disebut masih mampu mencatatkan penjualan meski belum memenuhi target yang ditetapkan.

Di sisi lain, implementasi insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai belum berjalan optimal.

“Perseroan masih kesulitan memanfaatkan insentif bebas PPN tersebut dikarenakan prosedur dan kelengkapan dokumen yang sangat rumit,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (8/5/2026).

Dari sisi bottom line, BAPA masih membukukan rugi bersih sebesar Rp1,62 miliar pada kuartal I-2026. Sementara itu, total aset Perseroan relatif stabil di level Rp129,2 miliar. Adapun liabilitas jangka pendek tercatat meningkat 6,88 persen menjadi Rp14,2 miliar, dipicu adanya perjanjian kerja sama baru dengan investor.

Menghadapi sisa tahun 2026, BAPA menyiapkan sejumlah strategi untuk memperbaiki arus kas dan penjualan.

Langkah pertama dilakukan melalui renovasi rumah ready stock agar lebih sesuai dengan tren dan kebutuhan konsumen saat ini. Selain itu, Perseroan juga akan menggandeng pihak ketiga melalui skema kerja sama operasi (KSO) guna mengoptimalkan pemanfaatan landbank yang dimiliki.

“Namun, perseroan tetap optimis akan menghasilkan kinerja yang lebih baik di tahun 2026,” tutup manajemen.

Di sisi lain, saham BAPA masih terkena suspensi oleh BEI dari 30 April 2026. Dalam periode sebulan terakhir, saham BAPA mencatat lonjakan harga sebesar 163 poin atau 217,33 persen ke Rp238 per saham.