Kinerja Industri Kimia RI Melesat, Siap Tembus Pasar Eurasia
:
0
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika membuka pameran INNOPROM di Rusia, Kamis (9/7). (Foto: Kemenperin)
EmitenNews.com - Kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil atau IKFT nasional menunjukkan tren penguatan signifikan pada awal tahun 2026. Sektor strategis ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,96 persen pada triwulan pertama tahun 2026, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 3,34 persen.
Atas capaian ini, Indonesia memboyong potensi industri kimia nasional ke pameran INNOPROM 2026 di Rusia untuk memperluas pasar ekspor dan menarik investasi ke dalam negeri.
Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan peran penting sektor ini dalam perekonomian domestik. Indonesia memiliki potensi besar di sektor kimia dan farmasi yang didukung oleh ketersediaan bahan baku, kapasitas produksi yang terus berkembang, serta pasar domestik yang kuat.
"Melalui INNOPROM 2026, kami ingin memperluas jejaring kemitraan global, menarik investasi, dan membuka peluang kolaborasi industri yang memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara," ujar Menperin pada Kamis, 9 Juli 2026.
Pertumbuhan positif ini ditopang oleh kontribusi IKFT terhadap Produk Domestik Bruto nasional yang mencapai 3,88 persen. Subsektor industri barang galian bukan logam menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 9,12 persen.
Dari sisi perdagangan internasional, ekspor IKFT periode Januari sampai Maret 2026 menembus USD 13,23 milar, naik dari USD 12,77 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Subsektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor USD 5,97 milar.
Realisasi investasi sektor IKFT juga melonjak hingga Rp47,20 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp45,57 triliun. Direktur Jenderal IKFT, Taufiek Bawazier mengatakan bahwa capaian tersebut menunjukkan industri kimia Indonesia semakin siap memperluas pasar.
INNOPROM 2026 menjadi platform yang tepat untuk mempertemukan kemampuan industri kimia Indonesia dengan kebutuhan pasar Eurasia.
"Kami ingin membuka lebih banyak peluang investasi, memperkuat rantai pasok, sekaligus mendorong kerja sama industri yang berkelanjutan", kata Taufiek.
Dalam pameran tersebut, sejumlah pelaku industri dan asosiasi nasional turut berpartisipasi, termasuk PT Zeus Kimiatama Indonesia, ASAKI, PT Argha Karya Prima Industry, PT Muliaglass, PT Herba Asa Nusa, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia, dan Pupuk Indonesia.
Related News
Kapasitas Sisa Banyak, Emiten Otomotif Harus Agresif Genjot Ekspor
Melejit, Penjualan Mobil RI Naik 3 Bulan Beruntun
Cetak Rekor, SK Hynix Jadi Penjual Saham Asing Terbesar di Bursa AS
Wall Street Bangkit, IHSG Terus Melaju
Bergerak Sideways, IHSG Jangkau 6.000
Perluas Akses Kesehatan, Gubernur DKI Resmikan MHJT Rp400 Miliar





