Kinerja Kinclong, Yuddy Ajak Investor Tak Sia-siakan Right Issue bank bjb (BJBR)
Rio menuturkan super apps itu dibangun untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan perbankan. Tak hanya kepada nasabah, super apps itu itu bisa melayani masyarakat yang belum menjadi nasabah.
“Untuk capex super apps ini nilainya sebesar Rp500 miliar yang digelontorkan secara berkesinambungan. Multiyears karena digitalisasi tak mungkin satu tahun satu titik. Targetnya, kita perkuat ekosistem, terutama ASN dan milenial digicash,” katanya.
Dia memastikan, bank bjb pun akan meningkatkan kapasitas hardware hingga 15 juta pengguna. Hal itu dilakukan berdasarkan pertumbuhan yang relatif cepat untuk pengguna layanan digital tersebut.
Sedangkan, Direktur Keuangan bank bjb Nia Kania menyebutkan performa keuangan hingga saat ini menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor kredit pun diharapkan dapat tumbuh 9-10% tahun ini dengan npl yang terjaga di level 1.3-1.6%.
“Bahkan, hingga 28 Februari 2022, revenue kita tumbuh signifikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhannya naik double digit, lebih dari 20 persen (yoy),” kata Nia.
Sementara itu, persiapan menjadi bank hybrid itu pun ditegaskan Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan. Proses pengembangan super apps bjb DIGI itu diakuinya beriringan dengan pembangunan human capital.
Dia menyebutkan, insan bank bjb kini didominasi kaum milenial. Pasalnya, 85-90 persen karyawan itu tergolong milenial yang relatif lebih ramah terhadap digitalisasi.
“Sekarang, layanan bank bjb 70:30 didominasi offline. Ke depan, bukan mustahil porsi itu akan terbalik dengan dominasi online. Untuk itu super apps hadir,” katanya.
Related News
DOID Borong Saham 29Metals USD10,7 Juta, Simak Alasannya
PYFA Caplok Asia Venture USD6,57 Juta, Intip Lengkapnya
Kian Memburuk, Emiten Sri Tahir (MPRO) Defisit Rp211,96 Miliar
Performa Jeblok, Pengendali AMMN Buang 190 Juta Lembar
Meroket Ribuan Persen, Grup Bakrie (DEWA) Serok Laba Rp4,3 Triliun
Keluar FCA! Saham Garuda (GIAA) Melesat Saat IHSG Terkoreksi





