EmitenNews.com - Maha Properti (MPRO) sepanjang 2025 tekor Rp61,96 miliar. Bengkak 59,24 persen dari periode sama tahun sebelumnya dengan tabulasi rugi Rp38,91 miliar. Oleh sebab itu, rugi per saham dasar emiten properti keluarga Sri Tahir tersebut makin bengkak Rp0,00623 dari sebelumnya Rp0,00391.

Pendapatan Rp3,55 miliar, anjlok 53,10 persen dari posisi sama akhir 2024 sejumlah Rp7,57 miliar. Beban pokok penjualan dan beban langsung Rp2,68 miliar, menyusut dari Rp5,52 miliar. Laba kotor tercatat Rp864,51 juta, melorot dari akhir tahun sebelumnya senilai Rp2,05 miliar.

Beban penjualan Rp672,23 juta, naik dari Rp445,09 juta. Beban umum dan administrasi Rp42,58 miliar, bengkak dari Rp22,64 miliar. Pendapatan lain-lain Rp158,9 juta, susut dari Rp318,97 juta. Beban lain-lain Rp231,2 juta, menciut dari Rp1,12 miliar. Beban pajak Rp98,66 juta, berkurang dari Rp293,9 juta.

Rugi usaha Rp42,56 miliar, bengkak dari Rp22,13 miliar. Pendapatan keuangan Rp377,68 juta, melonjak dari Rp302,45 juta. Beban keuangan Rp19,79 miliar, bengkak dari Rp17,13 miliar. Rugi bersih periode berjalan Rp61,98 miliar, mengalami pembengkakan dari periode sama akhir tahun 2024 senilai Rp38,96 miliar.

Total ekuitas Rp1,18 triliun, mengalami penyusutan dari akhir tahun sebbelumnya Rp1,25 triliun. Defisit Rp211,96 miliar, mengalami pembengkakan dari Rp150 miliar. Jumlah liabilitas Rp489,74 miliar, bertambah dari akhir tahun sebelumnya Rp444,33 miliar. Total aset Rp1,67 triliun, menciut dari Rp1,69 triliun. (*)