Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
:
0
Sebuah kapal angkutan batu bara tengah bersandar di pelabuhan emas hitam besutan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Tiga pentolan kompak melepas saham Bayan Resources (BYAN). Ketiga direktur itu, meliputi Neil Russell John, Alastair Gordon Christopher Mcleod, dan Oliver Khaw Kar Heng. Ketiga personel emiten batu bara asuhan Dato Low Tuck Kwong itu, diketahui melepas 6.209.300 helai alias 6,2 juta lembar.
Aksi jual tersebut dilakukan sejak 4-13 Mei 2026 dengan kisaran harga Rp11.065-12.000 per saham. Menyusul skema harga tersebut, ketiga petinggi BYAN tersebut meraup dana sekitar Rp74,31 miliar. Rincian transaksi ketiga pengurus BYAN tersebut menjadi sebagai barikut.
Pertama, Alastair Gordon Christopher Mcleod, melepas 3 juta lembar. Aksi pada 13 Mei 2026 itu, dilakukan dengan harga Rp12.000 per lembar sejumlah Rp36 miliar. So, tabungan saham Mcleod sisa 4 juta helai alias 0,012 persen dari 7 juta lembar atau 0,021 persen.
Kedua, Neil Russell John, tertangkap basah menjual 3 juta saham. Transaksi pada 12 Mei 2026, terjadi dengan harga Rp12.000 per eksemplar senilai Rp36 miliar. Menyusul transaksi itu, timbunan saham BYAN dalam genggaman John sisa 2,92 juta helai alias 0,009 persen dari 5,92 juta helai selevel 0,018 persen.
Terakhir, Oliver Khaw Kar Heng melego habis saham BYAN dalam lima tahap. Pada 4 Mei 2026, Oliver menjual 18.100 helai Rp11.396 per saham senilai Rp206,27 juta. Pada 5 Mei 2026 lepas 10.500 saham Rp11.206 per helai sebesar Rp117,66 juta. Pada 6 Mei 2026 melego 13.800 lembar Rp11.065 per lembar sejumlah Rp152,69 juta.
Pada 7 Mei 2026, lepas 25.000 saham Rp11.112 per helai sejumlah Rp277,8 juta, dan pada 8 Mei 2026 mendivestasi 141.900 helai dengan harga Rp11.151 per saham sebesa Rp1,58 miliar. Tiada tersisa dari 177.700 lembar.
Gerak Saham Tren Koreksi
Menyudahi perdagangan Rabu, 13 Mei 2026, saham BYAN bertengger di level Rp11.200 per helai. Itu setelah mengalami koreksi 200 poin setara 1,75 persen dibanding hari sebelumnya. Sebulan terakhir, saham BYAN terkoreksi 1.300 poin setara dengan 10,40 persen dari periode 16 April 2026 di level Rp12.500.
Kalau ditinjau lebih jauh lagi, yaitu sejak awal tahun alias year to date, saham BYAN mengalami koreksi tergolong tajam. Sepanjang periode itu, saham BYAN longsor 5.150 poin alias setara dengan 31,50 persen. Kondisi itu, berbanding terbalik dengan edisi 2 Januari 2026 di posisi Rp16.350 per eksemplar.
Saham BYAN dalam rentang 52 Minggu terakhir pernah menyentuh level terendah Rp9.075 per lembar, dan tertinggi senilai Rp20.200 per saham. BYAN dipersenjatai dengan kapitalisasi pasar Rp373,33 triliun dengan PE rasio 29,04 kali.
Related News
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel





