EmitenNews.com - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) membukukan pendapatan yang melonjak 6,48 persen pada tahun 2025 sebesar Rp11,5 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp10,8 triliun.

Meski beban pokok penjualan tercatat meningkat 7,41 persen menjadi Rp8,7 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya sebesar RP8,1 triliun, TINS berhasil membukukan laba bruto sebesar Rp2,76 triliun pada tahun 2025, tumbuh 0,73 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp2,74 triliun.

Sementara dari laba sebelum pajak penghasilan, TINS membukukan Rp1,7 triliun pada tahun 2025, meningkat 6,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,6 triliun. Sedangkan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp1,3 triliun pada tahun 2025, meningkat 8,33 persen dari sebelumnya sebesar Rp1,2 triliun.

Sejalan dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar pada tahun 2025 sebesar Rp176, meningkat 4,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp168 per saham.

Sedangkan dari sisi neraca, TINS membukukan jumlah aset yang melonjak menjadi Rp13,6 triliun di tahun 2025, meningkat 7,09 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp12,7 triliun. Liabilitas yang dibukukan pada 2025 tercatat sebesar Rp5,2 triliun, naik 1,96 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,1 triliun. Sementara ekuitas, TINS membukukan sebesar Rp8,4 triliun, tumbuh 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,5 triliun.

Adapun secara year to date, saham TINS terpantau menguat 22,29 persen atau naik 700 poin ke level Rp3.840. Meski begitu, pada perdagangan intraday Kamis (23/4), saham TINS justru mengalami pelemahan sebesar 1,29 persen atau turun 50 poin di level sama.