EmitenNews.com - Pemilik dan petinggi kembali mengacak komposisi pemegang saham Merdeka Battery Materials (MBMA). Itu setelah Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, dan Winato Kartono melepas 1.222.800.500 saham perseroan. Transaksi senyap itu, serentak dilakukan pada Kamis, 21 September 2023. 


Transaksi dua pentolan perusahaan itu, dibidani Trimegah Sekuritas, dan Indo Premier Sekuritas. Boy Thohir misalnya, melepas 292.322.900 lembar, dan Winato Kartono melego 930.477.600 helai. Dengan penuntasan transaksi itu, timbunan saham kedua personel perusahaan mengalami penyusutan.


Tabungan saham kakak kandung Menteri BUMN Erick Thohir itu, kini tersisa 10,17 miliar alias setara dengan porsi kepemilikan 9,42 persen. Susut 0,27 persen dari periode sebelum transaksi di kisaran 10,46 miliar eksemplar alias setara dengan donasi sekitar 9,69 persen. 


Sebelumnya, Boy Thohir menjala 3,81 miliar saham Merdeka Battery. Tindakan itu sebagai balasan setelah pada 13 September 2023 Boy Thohir menjual 1,5 miliar eksemplar. Menyusul aksi kala itu, tabungan saham pria beralamat di Gudang Peluru Blok E/139, RT002/RW003, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan tersebut, melejit 3,53 persen 10,46 miliar helai alias 9,69 persen dari 6,64 miliar saham atau 6,16 persen.


Di sisi lain, tabungan saham Winato Kartono tersisa 5,86 miliar lembar atau 5,43 persen. Mengalami reduksi 0,86 persen dari sebelum transaksi dengan koleksi 6,79 miliar saham atau selevel dengan 6,29 persen. Pengusaha yang berdomisili di Jalan Subang nomor 3 A, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat itu, merupakan Komisaris Utama Merdeka Battery, dan mantan kepala investasi Citigroup Global Markets Indonesia. 


Per 31 Agustus 2023, pemegang saham Merdeka Battery antara lain Huayong International 8,14 miliar helai alias 7,55 persen. Winato Kartono 6,79 miliar lembar atau 6,29 persen. Merdeka Energi 53,93 miliar eksemplar atau 49,94 persen, Boy Thohir 11,96 miliar lembar alias 11,08 persen, dan masyarakat - non warkat - Scripless 17,47 miliar helai atau 16,18 persen. (*)