Konflik Hormuz Sulut Inflasi, Harga Emas Tahan Diri
:
0
Harga emas global bergerak stabil dan menahan diri di atas level USD4.200 per ons pada perdagangan hari Jumat.(Ilustrasi foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas global bergerak stabil dan menahan diri di atas level USD4.200 per ons pada perdagangan hari Jumat. Pergerakan ini menghentikan tren reli harga yang terjadi baru-baru ini seiring kembali memanasnya situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz.
Berdasarkan data dari Trading Economics, ketegangan militer di perairan strategis tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Lonjakan harga energi ini kembali memicu kekhawatiran global terhadap inflasi serta arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.
Perkembangan inflasi global dan potensi kenaikan suku bunga AS ini turut membayangi pergerakan harga emas batangan serta nilai tukar di Indonesia.
Laporan setempat mengindikasikan bahwa militer Iran menyerang sasaran yang mereka sebut sebagai target musuh di Selat Hormuz setelah muncul laporan ledakan di dekat Pulau Qeshm. Teheran juga berupaya melarang kapal berbendera Amerika Serikat dan Israel melintas, serta mewajibkan negara yang dianggap bermusuhan membayar kompensasi terlebih dahulu.
Sementara itu, para pejabat The Fed memberi sinyal yang kian kuat untuk menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat guna meredam inflasi. Pasar saat ini memperkirakan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mendatang.
Secara terpisah, data lembaga kliring mencatat investor institusional di Tiongkok terus memperbesar posisi beli (long position) pada aset berbasis emas.
Langkah pengumpulan aset emas ini dilakukan sebagai upaya lindung nilai (hedging) terhadap volatilitas saham teknologi, yang juga didukung oleh aksi pembelian konsisten dari bank sentral.(*)
Related News
Emas Dunia Rebound, Kok Emas Antam Turun?
Harga Minyak Turun, Bitcoin Jadi Buruan Investor
Suku Bunga AS Berpotensi Naik, Dolar Bertahan di Level 100,3
Harga Nikel-Batu Bara Naik, Angin Segar Emiten Minerba
Minyak Turun Redam Inflasi, Emas Rebound ke USD4.350
Saham AI Melesat, Kontrak Berjangka Wall Street Stabil





