Konsisten Rugi, Semester I-2024 WSKT Defisit Rp15,85 Triliun
:
0
Infrastruktur jalan tol garapan Waskita Karya. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Waskita Karya (WSKT) semester pertama 2024 kembali rugi bersih Rp2,15 triliun. Bertambah 3,86 persen dari periode sama tahun lalu boncos Rp2,07 triliun. Alhasil, rugi per saham menjadi Rp74,95 dari episode sama sebelumnya Rp71,94.
Pendapatan usaha Rp4,47 triliun, menukik 15 persen dari posisi sama tahun lalu Rp5,27 triliun. Beban pokok pendapatan Rp3,87 triliun, berkurang dari edisi sama tahun lalu Rp4,81 triliun. Laba kotor tercatat Rp595,49 miliar, menanjak dari fase sama tahun lalu Rp462,58 miliar.
Beban penjualan Rp76,72 miliar, bengkak dari Rp52,69 miliar. Beban umum dan administrasi Rp703,52 miliar, susut dari Rp810,81 miliar. Beban non contributing plant Rp63,14 miliar, berkurang dari Rp166,34 miliar. Beban pajak final Rp59,50 miliar, susut dari Rp90,97 miliar. Pendapatan bunga Rp402,46 miliar, turun dari Rp537,53 miliar.
Keuntungan selisih kurs Rp21,28 miliar, melambung 522 persen dari periode sama tahun lalu tekor Rp5,04 miliar. Pendapatan lain-lain Rp204,70 miliar, menyusut dari Rp272,33 miliar. Rugi sebelum beban keuangan dan rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp88,34 miliar, bengkak 160 persen dari surplus Rp146,56 miliar.
Beban keuangan Rp2,29 triliun, bengkak dari Rp2,07 triliun. Bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp180 miliar, turun dari Rp228,99 miliar. Rugi sebelum pajak Rp2,56 triliun, bengkak dari Rp2,16 triliun. Rugi periode berjalan Rp2,6 triliun, bengkak dari Rp2,23 triliun.
Jumlah ekuitas Rp9,08 triliun, anjlok dari akhir tahun lalu Rp11,6 triliun. Defisit Rp15,85 triliun, bengkak 15 persen dari akhir 2023 senilai Rp13,71 triliun. Total liabilitas Rp82,01 triliun, berkurang dari Rp83,99 triliun. Total aset Rp91,1 triliun, turun dari akhir tahun sebelumnya Rp95,59 triliun. (*)
Related News
Komisaris Multitrend Indo (BABY) Borong 2,17 Juta Saham, Ini Sosoknya
Kinerja Memburuk, Tiga Pentolan Ini Lepas Jutaan Saham BYAN
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk





