EmitenNews.com - Semen Indonesia alias SIG (SMGR) tengah merancang right issue maksimal 1,07 miliar lembar. Saham baru seri B itu dibekali nilai nominal Rp100 per helai. Peluncuran saham baru itu, merepresentasikan 18,04 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh perseroan. 


Hajatan itu, akan digelar tidak lebih 12 bulan dari persetujuan pemegang saham atas rencana tersebut. Harga pelaksanaan akan ditentukan kemudian. Kalau saham baru tidak seluruhnya dieksekusi investor, akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lain. Dalam hal pemegang saham tidak melaksanakan HMETD, persentase kepemilikan saham akan terdilusi maksimum 15,28 persen.


Dana hasil right issue untuk konsolidasi Semen Baturaja (SMBR) dalam perseroan. Itu dilakukan melalui penyertaan 7.499.999.999 helai alias 7,49 miliar saham seri B atau mewakili 75,51 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh dalam SMBR, sebagai hasil Inbreng saham seri B milik Negara Republik Indonesia. Inbreng saham sebanyak itu, berdasar penilaian KJPP Toto Suharto dan Rekan (TnR) dengan berlandas pada laporan keuangan periode 30 Juni 2022, setara Rp2,84 triliun.


Selanjutnya, untuk Environmental, Social and Governance (ESG) dan Circular Economy. Meliputi penambahan fasilitas untuk peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif. Penggunaan bahan bakar alternatif untuk mengurangi bahan bakar konvensional tak terbarukan (batu bara) yang digunakan secara internal pada proses pembuatan terak, dan membantu mengelola limbah eksternal untuk mendukung pencapaian sustainable development pada level nasional.


Kemudian, penambahan fasilitas untuk peningkatan pemanfaatan bahan baku alternatif. Penggunaan alternative material untuk mengurangi penggunaan bahan baku tambang, menggantikan dengan limbah industri B3 dapat didaur ulang atau recycle. Dan, pembangunan green zone, merupakan pembangunan fasilitas untuk pemusnahan limbah bersumber dari limbah Industri. Penggunaan dana untuk ESG dan Circular Economy dengan meningkatkan kapabilitas pemanfaatan bahan bakar, bahan baku alternatif, dan. pemusnahan limbah.


Berikutnya, pengembangan bisnis perusahaan berupa distribusi building materials, dan logistik. Meningkatkan bisnis distribusi building material melalui optimalisasi jaringan toko, kemampuan logistik (warehouse dan transportasi), menambahkan produk material, dan mengembangkan konsep modern retail sebagai inisiatif untuk mengamankan saluran hilir. Pengembangan platform bisnis digital dalam mewujudkan pengembangan ekosistem digital bahan bangunan perusahaan, dan memberikan nilai tambah untuk mencapai pertumbuhan perusahaan. 


Penambahan modal kerja termasuk namun tidak terbatas pada biaya energi, bahan bakar, distribusi, dan bahan baku. Rencana-rencana bertujuan untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan akan terus dievaluasi, bersifat dinamis mengikuti dinamika internal, dan eksternal perseroan. (*)