Konsolidatif, IHSG Uji Level 9.050
IHSG kembali mencetak rekor terbaru. FOTO - AJI/Emitennews.com
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup mixed. Meski ketegangan perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan Eropa mereda, namun masih ada ketidakpastian mengenai Greenland. Presiden AS Donald Trump menambah ketegangan politik dengan memberi sanksi baru, dan mengisyaratkan potensi aksi militer terhadap Iran.
Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah. Harga perak menguat pada level tertinggi baru di level USD100.49 per troy oz, dan harga emas menguat hingga USD4,988 per troy oz. Sementara itu, dari earning season, Intel melaporkan kinerja, dan prospek yang mengecewakan pasar.
Pekan ini, investor akan mencermati hasil pertemuan the Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan pada 3,5-3,75 persen. Nah, dari Wall Street, investor menanti laporan kinerja keuangan beberapa saham teknologi besar, untuk menilai bagaimana prospek saham sektor teknologi, dan AI.
Data ekonomi akan dicermati investor di antaranya data durable goods orders dan PPI dari AS, serta data pertumbuhan ekonomi Euro Area. Tiongkok akan merilis data PMI. Danantara tahun ini menarget penempatan investasi hingga USD14 miliar, naik dari komitmen tahun lalu USD8 miliar.
Dana investasi tersebut berasal dari dividen perusahaan milik negara. Investor menanti pengumuman metodologi perhitungan free float saham oleh MSCI. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berkonsolidasi pada kisaran 8.850-9.050, sebelum menentukan arah selanjutnya.
Kalau indeks mampu ditutup di atas level 9.050, maka berpotensi akan melakukan rebound. Berdasar data dan fakta itu, Phintraco Sekuritas menyarankan invetor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Bumi Serpong (BSDE), Ciputra Development (CTRA), BSI (BRIS), Ultrajaya (ULTJ), Central Omega (DKFT), dan Map Aktif Adiperkasa (MAPA). (*)
Related News
IHSG Lanjut Merosot ke 7.362, Hanya Dua Sektor yang Mampu Bertahan
IHSG Sesi I (12/3) Balik Arah ke 7.429, Dipandu Saham Bank & Batu Bara
Ikuti Wall Street, IHSG Berkubang Zona Merah
Kembali Koreksi, IHSG Susuri Level 7.226
IHSG Tertekan, Angkut Saham WIFI, TOBA, UNVR, dan BSDE
IHSG Melemah ke 7.389, Sektor Energi Jadi Penekan Utama





