EmitenNews.com - PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) memastikan kendali perseroan tetap berada di tangan PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) meski aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement akan menggerus porsi kepemilikan pemegang saham lama hingga 85,30%.

Langkah tersebut dilakukan melalui penerbitan 14.505.112.734 saham baru Seri B atau setara 580,17% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham baru diterbitkan sebagai bagian dari konversi utang senilai Rp4,35 triliun kepada sejumlah kreditur setelah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 3 Juli 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan, Rabu (28/7/2026), pelaksanaan pencatatan saham baru PMTHMETD pada 4 Agustus 2026. Untuk pemberitahuan hasil pelaksanaan PMTHMETD pada 6 Agustus 2026. PMTHMETD akan dilaksanakan pada harga pelaksanaan Rp300 per saham.

Usai aksi korporasi tersebut, Poseidon Corporate Services Limited akan menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 55,64%. Meski demikian, perseroan menegaskan tidak terjadi perubahan pengendalian.

Hal itu karena Poseidon telah menyampaikan Surat Janji Bukan Pengendali kepada perseroan pada 14 April 2026. Dalam komitmen tersebut, Poseidon menyatakan tidak akan mengambil alih pengendalian UNSP, tidak memiliki hak khusus mengangkat direksi maupun komisaris, tidak ikut dalam pengambilan keputusan operasional, serta akan memberikan suara yang sejalan dengan pemegang saham pengendali dalam setiap keputusan yang memerlukan persetujuan RUPS.

Dengan demikian, UNSP tetap berada di bawah pengendalian PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) meskipun persentase kepemilikannya terdilusi signifikan setelah PMTHMETD.

Berdasarkan daftar pemegang saham terakhir, BCI sebelumnya menguasai 17,82% saham UNSP dan menjadi pengendali dengan Nirwan Dermawan Bakrie sebagai ultimate beneficial owner. Usai aksi korporasi tersebut, kepemilikan Bakrie Capital akan merosot menjadi 4,21% saja.

Konversi utang ini melibatkan lima kreditur, yakni Poseidon Corporate Services Limited, Pacific Harbors Advisors Pte. Ltd., para pemegang surat utang, PT Biofuel Indo Sumatra, dan PT Danatama Makmur Sekuritas.

Manajemen UNSP menyatakan restrukturisasi melalui konversi utang menjadi saham akan memperbaiki struktur permodalan perseroan. Setelah transaksi efektif, rasio utang diharapkan menjadi lebih sehat, beban keuangan menurun, serta arus kas perusahaan menjadi lebih kuat sehingga mendukung pemulihan kinerja pada periode mendatang.