Korban Bencana Sumatera, 604 Jiwa Melayang dan 464 Masih Hilang
Korban meninggal dunia dalam bencana Sumatera bertambah lagi. Musibah banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mencapai 604 jiwa per Senin (1/12/2025) pukul 17.00 WIB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Langkah ini berdampak signifikan bagi masyarakat serta lintas sektor kementerian/lembaga dalam penanganan darurat. Titik akses yang dapat ditembus kini telah mencapai Dusun Sibalanga Jae atau tepatnya di depan Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara.
Sayangnya, penyaluran bantuan logistik menuju Mandailing Natal, Kota Gunungsitoli, dan Nias Selatan masih terkendala akses darat. Solusinya, pengiriman udara masih dilakukan menggunakan tiga helikopter BNPB dan TNI Angkatan Darat. Termasuk distribusi sembako, peralatan dapur, bahan bakar minyak, genset, serta perangkat komunikasi berbasis satelit seperti starlink.
Di Sumatera Barat, bantuan logistik mulai didistribusikan melalui jalur udara dan laut. BNPB bersama TNI dan Basarnas mengirim bantuan seberat empat ton menuju Kabupaten Solok, Agam, dan Pasaman Barat pada Senin (1/12/2025). Bantuan yang diberikan mencakup makanan kemasan, beras, air mineral, bahan baku makanan, kasur, dan obat-obatan.
Pengiriman melalui jalur laut juga dilakukan menuju Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, yang masih terisolasi akibat akses jalan tertutup.
Presiden Prabowo Subianto sudah memerintahkan agar segera memulihkan akses perhubungan di wilayah-wilayah terdampak. Perbaikan infrastruktur jalan, dan jembatan terus dikebut, selain tentu upaya pemberian bantuan bagi para korban, dan pengungsi. ***
Related News
Ungkap Biang Kerok Bencana dan Konflik Agraria, AHY Punya Solusi Ini
Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Warga Miskin Dibayar, Ini Putusannya
Agar LPG Subsidi 3 Kg Tepat Sasaran, ESDM Siapkan Regulasi Baru
Temuan Bangkai Gajah di Areal RAPP Riau, Menhut Tegaskan Tak ada Ampun
Seraya Minta Maaf, Dirut DSI Berkomitmen Kembalikan Dana Lender
Prabowo Bilang Tak Akan Ragu Lawan Penggarongan Kekayaan Negara





