EmitenNews.com - Bursa Efek Korea mengaktifkan circuit breaker setelah indeks KOSPI anjlok 5,46% ke level 6.886,48 pada Kamis (16/7) pagi, akibat aksi jual massal saham semikonduktor di Wall Street.

Seoul Economic Daily melaporkan pemicu utama kejatuhan ini adalah sentimen negatif dari Bursa Efek New York semalam. Meski Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat (AS) bulan Juni berada di bawah ekspektasi pasar dan meredakan kekhawatiran inflasi, sektor semikonduktor justru ditinggalkan investor. Indeks Semikonduktor Philadelphia jatuh 2,08% setelah saham Micron Technology anjlok lebih dari 8%, disusul Intel yang melemah 4,43%, dan AMD yang turun 3,46%.

Kondisi tersebut langsung menghantam pasar saham domestik Korea Selatan yang didominasi emiten teknologi. Berdasarkan data Bursa Efek Korea pada pukul 09.21 waktu setempat, indeks melorot tajam setelah dibuka turun 4,45% di level 6.960,50. Penurunan dini hari ini memicu kebijakan sidecar, yaitu penangguhan sementara pesanan penjualan program, sekitar pukul 09.10.

Dua raksasa teknologi Korea Selatan memimpin kejatuhan pasar. Saham Samsung Electronics merosot 7,33% ke harga 259.000 won, sementara SK Hynix anjlok 9,89% menjadi 1.876.000 won. Ketidakstabilan penawaran dan permintaan ini diperparah oleh rontoknya American Depositary Receipts (ADR) SK Hynix di New York sebesar 9,00%.

Emiten cip berkapitalisasi besar lainnya turut memerah, termasuk SK Square yang jatuh 11,51%, Samsung Electro-Mechanics minus 10,05%, dan saham preferen Samsung Electronics yang turun 6,77%. Laporan dari Seoul Economic Daily menyebutkan bahwa ketidakpastian industri global memicu aksi ambil untung (profit taking) secara masif.

Kejatuhan hari ini menghapus sentimen positif hari sebelumnya, saat investor asing melakukan aksi beli bersih jumbo senilai 2,3308 triliun won yang sempat membuat KOSPI menguat 6% ke level 7.000. Hingga berita ini diturunkan, indeks KOSDAQ juga terpantau melemah 2,98% ke level 804,68.

Bagi investor di Indonesia, guncangan di bursa Seoul ini menjadi sinyal kewaspadaan tinggi. Hubungan dagang yang erat serta ekspansi investasi raksasa teknologi Korea Selatan di tanah air membuat pergerakan KOSPI dan sektor semikonduktor global kerap menjadi indikator awal (leading indicator) bagi arah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), khususnya pada saham-saham sektor teknologi dan elektronik.(*)