Harga Emas Dunia Stagnan di USD4.050, Spekulasi Bunga Fed Mereda
:
0
Harga emas global bergerak stagnan di kisaran USD 4.050 per ons pada Kamis setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat yang melambat.(Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas global bergerak stagnan di kisaran USD 4.050 per ons pada Kamis setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat yang melambat meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Menurut data dari Trading Economics, pergerakan harga komoditas ini tertahan dalam rentang yang sempit selama dua sesi berturut-turut. Pelaku pasar saat ini tengah menimbang arah kebijakan moneter bank sentral AS di tengah bayang-bayang meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah.
Laporan yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) AS secara tidak terduga turun pada Juni untuk pertama kalinya dalam hampir setahun, akibat penurunan biaya energi. Sementara itu, PPI inti hanya merangkak naik 0,2 persen, lebih rendah dari perkiraan pasar. Data ini memperkuat rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) yang juga melambat pada hari sebelumnya. Rangkaian indikator ini meredakan kekhawatiran pasar bahwa Federal Reserve akan segera mengerek suku bunga acuannya dalam waktu dekat.
Pasar kini telah memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan bulan September mendatang. Probabilitas tersirat untuk kenaikan suku bunga tersebut melosot menjadi sekitar 44 persen, turun dari posisi 50 persen pada hari sebelumnya.
Kendati demikian, data inflasi periode Juni ini belum merekam dampak dari eskalasi konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan di kawasan Timur Tengah tersebut kembali memanas setelah perjanjian perdamaian sementara yang disepakati bulan lalu secara efektif dinyatakan gagal.
Bagi para investor di Indonesia, fluktuasi harga emas dunia dan prospek suku bunga The Fed ini menjadi sentimen krusial yang kerap memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah serta harga emas batangan domestik.(*)
Related News
KOSPI Longsor 5%, Saham Chip Korsel Rontok Berjamaah
Bea Masuk Arab Saudi Naik, Emiten Ekspor Perlu Lakukan ini
Daya Tarik Emas Sebagai Aset Lindung Nilai Mulai Pudar
Rasio Utang 40,51% PDB, Menkeu Klaim Aman Terkendali
Jaga Kepercayaan Konsumen, Ini Yang Dilakukan PPRO Sampurna Jaya
PFII Tawarkan Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Tarik Investor





