Krisis Energi dan Batu Bara Mahal, SMCB Sebut Efisiensi dan Jaga Arus Kas Jadi Prioritas
:
0
EmitenNews.com—Krisis energi berkepanjangan sejak tahun 2021, masih terus membayangi kinerja industri semen. Meski pemerintah telah mengeluarkan kebijakan domestic market obligation (DMO), namun dampak kenaikan harga batu bara sejak tahun 2021 masih membebani industri semen untuk tetap mempertahankan kinerja yang positif.
Hingga semester pertama tahun 2022, konsumsi industri semen nasional pun mengalami pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan estimasi di awal tahun.
Meskipun demikian, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI mengkalim mampu mempertahankan profitabilitas yang tercermin dalam kinerja Perusahaan semester pertama tahun ini.
Demikian disebutkan oleh Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo dalam keterangan resmi peseroan yang diterima media, di Jakarta, dikutip Selasa (16/8/2022).
Tercatat, hingga akhir Juni 2022, volume penjualan semen dan terak SBI (termasuk ekspor) tercatat naik tipis 1,36% menjadi 6,3 juta ton, dan pendapatan menjadi sebesar Rp5,5 triliun atau naik 10,25% jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Related News
Investasi Pribadi Presdir Rudy di Saham ASII, Belanjakan Rp20,2 Miliar
Kawasan Industri Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis Infrastruktur CDIA
Lepas Saham MPRO Senilai Rp474M, Taipan Ini Masih Kuasai 10,46 Persen
Dalam 13 Bulan Terus Lepas Saham, Bobby Gafur Tetap Pengendali OASA
UNTR Bagi Dividen Interim Rp430 per Helai, Pantau Jadwal Cum Dividen
DADA Beri Santunan Dividen, Total Rp2 Miliar, Per Helai Berapa?





