EmitenNews.com - Eskalasi kekhawatiran investor berlanjut. Itu menyusul aksi jual global belum berakhir. Pemodal cemas lonjakan harga bahan baku seperti minyak mentah akan memicu inflasi, dan melemahkan momentum ekonomi.
Kekhawatiran inflasi juga tercermin dari lompatan imbal hasil treasury Amerika Serikat (AS) sepuluh tahun menuju 1,5 persen. Selain itu, katalisator negatif juga kembali datang dari salah satu properti China, Fantasia Holdings Group Co. Fantasia tidak membayar kembali obligasi USD205,7 juta yang jatuh tempo Senin.
Kondisi itu, menambah ketegangan perusahaan properti negara sangat berpengaruh menyusul kesengsaraan utang raksasa industri China Evergrande Group. ”Sementara komoditas, kenaikan harga minyak WTI, dan selanjutnya reli batubara masih menjadi katalisator positif bagi saham-saham terkait,” tutur Anissa Septiwijaya Research Analyst Reliance Sekuritas.
Dengan begitu, secara sentimen, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (5/10) dibayangi aksi profit taking. Itu seiring sentimen positif dari domestik, dan global masih minim. Secara teknikal Indeks diperkirakan bergerak pada rentang 6.230, dan resisten 6.390.
Sejumlah saham menarik dicermati antara lain Adaro Energi (ADRO), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Harum Energi (HRUM), London Sumatera Plantations (LSIP), Charoen Pokphand (CPIN), BRI Agroniaga (AGRO), Perusahaan Gas Negara (PGAS). (*)
Related News
BTN Dukung Gagasan Swasembada Papan 2045
Semakin Dekat ke 6.000, IHSG Kamis Terjun Bebas 3,54 Persen
Breaking: IHSG Kebakaran, Anjlok 3,33 Persen Sentuh Level 6.108,
Ratusan Relawan Manulife Indonesia Ramaikan Impact Week Perdana
IHSG Sesi I Memerah 2,76 Persen ke 6.144, Semua Sektor Bonyok
Jaga Usaha Peternak, Harga Ayam Hidup Disepakati Minimal Rp19.500/Kg





