Kuartal III-2021, Aneka Tambang (ANTM) Produksi Bijih Nikel 8,30 Juta WMT
:
0
EmitenNews.com - PT Aneka Tambang (ANTM) pada kuartal III-2021 mencatat volume produksi bijih nikel 8.303.818 atau 8,30 juta wet metric ton (wmt). Realisasi itu, melesat 190 persen dari periode sama tahun lalu 2.863.057 atau 2,86 juta wmt.
Berdasar laporan keuangan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (28/10), Antam membukukan volume penjualan bijih nikel pasar lokal 5,76 juta wmt. Menanjak 376 persen dibanding periode sama tahun lalu 1,21 juta wmt. Antam juga mencatat volume produksi bauksit unaudited 1,36 juta mt. Surplus 5,48 persen dari periode sama tahun lalu 1,29 juta mt. Namun, volume penjualan bauksit turun 4,5 persen menjadi 951.266 dari periode sama tahun lalu 909.985.
Volume produksi feronikel Antam mencapai 19.097 ton nikel (TNi). Turun 0,18 persen dari periode sama tahun lalu 19.133 TNi. Perseroan mencatat penjualan feronikel 18.880 TNi, turun 3,2 persen dari periode sama tahun lalu 19.524 TNi. Volume produksi tercatat 1.162 kilogram (kg), turun 9,14 persen dari periode sama tahun lalu 1.279 kg. Volume produksi itu dari tambang Pongkor, dan Cibaliung.
Sementara itu, volume penjualan emas Antam tercatat 19.871 kg. Pencapaian volume penjualan emas itu tumbuh 33,57 persen dari periode sama tahun lalu 14.876 kg. Seiring optimalisasi operasi pabrik chemical grade alumina (CGA) Tayan, dan meningkatkan volume penjualan produk-produk alumina, volume produksi alumina Antam melalui entitas anak usaha PT Indonesia Chemical Alumina mencapai 55.814 mt. Volume produksi itu, turun 21,03 persen dari periode sama tahun lalu 70.684 mt.
Volume penjualan alumina mencapai 93.869 ton, melesat 54,20 persen dari periode sama tahun lalu 60.873 ton. Antam fokus aktivitas eksplorasi pada emas, nikel, dan bauksit. Total biaya eksplorasi preliminary tercatat Rp77,87 miliar. Saat ini, Antam fokus mencari sumber emas tambahan baik di lokasi IUP aktif, dan area prospek baru lain. (*)
Related News
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?





