Kubur Tren Negatif! Laba Eka Sari Lorena (LRNA) Paruh Pertama 2023 Meroket 150 Persen
EmitenNews.com - Eka Sari Lorena Transport (LRNA) paruh pertama 2023 mulai siuman. Bangun dari tidur panjang. Itu ditunjukkan dengan performa positif. Laba terkumpul Rp3,4 miliar. Melejit 150 persen dari episode sama tahun lalu tekor Rp6,72 miliar.
Lompatan kinerja itu didukung dengan koleksi pendapatan Rp47,8 miliar, naik 6,36 persen dari edisi sama tahun lalu Rp44,94 miliar. Beban pendapatan langsung Rp31,42 miliar, susut dari posisi sama tahun lalu Rp39,28 miliar. Laba kotor terakumulasi sebesar Rp16,38 miliar, melambung 189 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp5,66 miliar.
Beban umum dan administrasi Rp14,12 miliar, menyusut dari Rp13,19 miliar. Pendapatan lain-lain bersih Rp237,53 juta, naik tipis dari periode sama tahun lalu Rp224,76 juta. Pendapatan keuangan Rp1,44 miliar, melesat dari edisi sama tahun sebelumnya Rp973,98 juta. Beban keuangan Rp531,36 juta, bengkak dari Rp401,06 juta. Total beban Rp12,97 miliar, bengkak dari Rp12,39 miliar.
Laba sebelum pajak penghasilan Rp3,4 miliar, melesat 150 persen dari edisi sama tahun sebelumnya merugi Rp6,72 miliar. Laba per saham menanjak ke level Rp9,72 dari posisi sama tahun sebelumnya minus Rp19,23. Arus kas bersih untuk aktivitas operasi Rp4,43 miliar, melejit signifikan 199 persen dari episode sama tahun lalu minus Rp4,46 miliar.
Jumlah ekuitas terakumulasi Rp174,1 miliar, menanjak dari posisi akhir tahun lalu senilai Rp170,7 miliar. Total liabilitas terkumpul Rp51,79 miliar, mengalami penyusutan dari episode akhir 2022 sebesar Rp53,99 miliar. Jumlah aset Rp225,9 miliar, naik tipis dari edisi akhir tahun sebelumnya Rp224,7 miliar. (*)
Related News
Masih Catat Rugi di 2025, GIAA Gaspol Pemulihan Tahun Ini
IPCM Raup Pendapatan Rp1,47 Triliun, Laba Tumbuh Dua Digit di 2025!
Kinerja DYAN 2025 Tertekan Anjloknya Event Korporasi dan Pemerintah
Afiliasi Happy Hapsoro Borong Saham RAJA Rp24 Miliar
Emiten Sawit Haji Isam (PGUN) Panen Laba 2025 Melonjak 101 Persen
HOPE Right Issue Rp266M untuk Akuisisi TMMS, Potensi Dilusi 50 Persen





