EmitenNews.com - Bursa saham Asia mengawali perdagangan pagi ini, Kamis (11/3) dibuka beragam. Nikkei 225 Tokyo surplus 0,27 persen, S&P/ASX 200 minus 0,51 persen, Kospi menanjak 1,28 persen. Sebelumnya, Wall Street ditutup menguat menyusul sentimen stimulus Covid-19.
Sementara Bursa Australia, saham-saham perusahaan tambang jumbo mengalami tekanan jual. Rio Tinto tekor 1,23 persen, Fortescue ambles 1,77 persen, dan BHP ambrol 2,73 persen. Di Korea Selatan, Samsung naik 1,11 persen, SK Hynix menguat 3,38 persen, LG Electronics tumbuh 2,46 persen.
Kongres Amerika Serikat (AS) mengesahkan paket bantuan ekonomi senilai USD1,9 triliun setara Rp 27.373 triliun untuk meredam dampak pandemi Covid-19. DPR menerima paket itu, setelah melalui pemungutan suara dengan hasil 220 banding 211, tanpa dukungan Partai Republik. Presiden Joe Biden akan meneken Rancangan Undang-Undang (RUU) pada Jumat. Biden menyebut bantuan tunai USD1.400 per kepala mulai bergulir bulan ini.
Merespons itu, Dow Jones Industrial Average meroket 1,46 persen ke 32.297, S&P 500 terbang 0,6 persen menjadi 3.898,8, dan Nasdaq menukik 0,04 persen ke 13.068,83. Indeks saham-saham lapis dua Russell 2000 juga naik 1,8 persen seiring aksi borong investor ke saham-saham murah.
Harga minyak mentah dunia menguat di tengah peningkatan persediaan di Texas, AS. Potensi pemulihan ekonomi diproyeksikan OECD menjadi katalisator pendorong harga. Harga minyak mentah Brent naik 0,56 persen ke USD67,9 per barel, sedang harga West Texas Intermediate surplus 0,67 persen menjadi USD64,44 per barel. (abm)
Related News
Minyak Melonjak, IEA Ungkap 10 Cara Cepat Tekan Dampaknya ke Ekonomi
Euforia IHSG 10.000 ke Koreksi Terdalam, Ambruk 24,27 Persen dari ATH
Pipa Gas Cisem 2 Mengalir Perdana
Cadangan BBM Cukup 28 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Tenang
BTN dan Insan Pers Salurkan 600 Paket Sembako Jelang Lebaran
Jalin Permudah Nasabah BRI dan BJB Tarik Tunai dari Aplikasi GoPay





