Kurangi Porsi, Sang Presdir Kini Kuasai 4,71 Persen saham SULI
:
0
Ilustrasi kegiatan PT SLJ Global Tbk (SULI). dok. Beritamoneter.
EmitenNews.com - Presiden Direktur PT SLJ Global Tbk (SULI), Amir Sunarko telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada 6 Januari 2025. Setelah transaksi itu, sang presdir kini menguasai 4,71 persen saham dari emiten industri pengolahan kayu terpadu itu.
Dalam keterangannya seperti dikutip Kamis (9/1/2025) Amir Sunarko menyampaikan telah menjual saham SULI sebanyak 34.883.721 lembar di harga Rp79-Rp81 per helai.
"Tujuan dari transaksi ini adalah untuk penjualan saham dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Setelah transaksi tersebut kepemilikan saham Amir Sunarko berkurang menjadi 297,56 juta lembar. Itu berarti setara dengan 4,71%.
Coba bandingkanlah dengan sebelumnya, saham Amir Sunarko sebanyak 332,44 juta lembar atau setara dengan 5,26 persen.
Sebelumnya, PT SLJ Global Tbk. (SULI) telah menuntaskan pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement pada tanggal 13 Desember 2024.
Corporate Secretary SULI, Karina Detri Amalia dalam keterangannya Selasa (17/12/2024) menuturkan bahwa saham baru yang diterbitkan dalam PMTHMETD adalah sebanyak 400.000.000 lembar saham dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan Rp100 per saham.
Jumlah Saham sebelum private placement 5.920.776.836 lembar saham menjadi 6.320.776.836 lembar saham dengan Mataram Limited dengan yang melakukan aksi korporasi ini sebesar 400.000.000 lembar saham atau setara dengan Rp40 miliar.
SULI telah mendapatkan surat Persetujuan Pencatatan Saham Tambahan yang berasal dari PMTHMETD dari PT Bursa Efek Indonesia No. No. S-12903/BEI.PP3/12-2024 tanggal 9 Desember 2024.***
Related News
Baru Seminggu Listing, EMMI Diborong Yulie Sekuritas Lewat Repo Jumbo
Volume Transaksi Melesat, Begini Jawaban Manajemen WOWS Pada BEI
TLKM Gandeng EDB Singapura Perkuat Infrastruktur Digital Berkelanjutan
Harga Saham RANS Anjlok Drastis saat IHSG Melesat Balik ke Level 6.000
BWPT Tuntaskan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah, Total Rp38,29 Miliar
RMKE Eksekusi Stock Split 1:5, Jadwal Nominal Baru Mulai 17 Juli 2026





