EmitenNews.com - PT Indosat Tbk (ISAT) membukukan kinerja solid sepanjang 2025 dengan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp5,51 triliun, setara dengan laba per saham Rp170,84. Capaian tersebut tumbuh 12,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp4,92 triliun (Rp152,27 per saham).

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, pendapatan ISAT tercatat Rp58,52 triliun, naik 1,18% dari Rp55,86 triliun pada 2024. Kontributor utama masih berasal dari segmen selular senilai Rp47,35 triliun, disusul segmen MIDI sebesar Rp8,34 triliun dan telekomunikasi tetap Rp817,59 miliar.

Di sisi beban, perseroan mencatat kenaikan tipis 0,43% menjadi Rp45,24 triliun. Meski demikian, ISAT mengalami tekanan dari kerugian selisih kurs sebesar Rp16,60 miliar, berbalik dari keuntungan kurs Rp51,79 miliar pada tahun sebelumnya. Kontribusi laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama juga menurun signifikan.

Kinerja laba turut ditopang oleh meningkatnya keuntungan penjualan aset tetap yang mencapai Rp161,44 miliar pada 2025. Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar Rp1,46 triliun, total laba tahun berjalan ISAT tercatat Rp5,81 triliun, tumbuh 10,3% secara tahunan.

Dari sisi neraca, aset ISAT meningkat menjadi Rp118,63 triliun pada 2025. Aset lancar melonjak ke Rp19,00 triliun, antara lain dipicu oleh aset yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual senilai Rp2,50 triliun. Total liabilitas relatif terjaga di level Rp79,12 triliun, dengan penurunan liabilitas jangka pendek dan kenaikan moderat pada liabilitas jangka panjang.

Arus kas operasional tetap kuat dengan realisasi Rp21,55 triliun sepanjang 2025, meningkat dari Rp19,09 triliun pada 2024. Posisi kas dan setara kas akhir tahun pun menguat ke Rp5,07 triliun, berbalik dari tren penurunan yang terjadi pada tahun sebelumnya.