Laba ASGR Melejit 47,4 Persen di Q1-2026, Segmen Ini Jadi Penopangnya
:
0
Paparan Publik PT Astra Graphia Tbk 2026 (kiri-kanan): Trivena Nalsalita, Hendrix Pramana, King Iriawan Sutanto dan Widi Triwibowo. Foto: Istimewa
EmitenNews.com - Kinerja PT Astra Graphia Tbk (ASGR) di kuartal pertama 2026 (Q1-2026)melesat kencang. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tertakar melejit 47,4 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp69,48 miliar, dari sebelumnya Rp47,12 miliar per 31 Maret 2025.
Lonjakan laba bersih itu ditopang pendapatan bersih konsolidasian yang naik 5,3 persen yoy menjadi Rp759,82 miliar, dari Rp721,28 miliar pada periode sama tahun lalu.
Presiden Direktur Astra Graphia, Hendrix Pramana dalam keterangan tertulisnya Rabu (29/4/2026), menyebut pertumbuhan pendapatan terutama disumbang segmen solusi teknologi informasi (TI).
“Peningkatan laba bersih konsolidasian pada kuartal awal tahun ini diperoleh dari kenaikan pada laba kotor segmen solusi dokumen sebesar 6 persen dan segmen solusi teknologi sebesar 34 persen, serta penurunan biaya beban penjualan, beban umum dan administrasi konsolidasian sebesar 4 persen,” kata Hendrix.
Adapun, beban pokok pendapatan ASGR tercatat Rp590,99 miliar, naik 3,7 persen yoy dari Rp570,10 miliar. Meski beban naik, laba bruto masih tumbuh 11,7 persen yoy menjadi Rp168,83 miliar dari Rp151,17 miliar. Laba sebelum pajak juga ikut terkerek 48,3 persen yoy menjadi Rp87,50 miliar dari Rp58,99 miliar.
Sejalan dengan strategi pertumbuhan, Astragraphia memperkuat lini bisnisnya lewat peluncuran Fujifilm Revoria Press PC2120 di Indonesia. Mesin cetak produksi dari FUJIFILM Business Innovation itu diklaim sebagai yang pertama di Asia Pasifik dan menawarkan pencetakan multiwarna dalam satu proses, termasuk toner spesial pink dan green.
Teknologi berbasis AI tersebut diharapkan mendorong produktivitas pelanggan, mulai dari UMKM hingga industri percetakan.
Menilik aspek neracanya, jumlah liabilitas ASGR turun 12,3 persen menjadi Rp895,26 miliar per 31 Maret 2026 dibanding posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp1,02 triliun. Sementara total aset ikut terkoreksi 1,9 persen menjadi Rp3,05 triliun dari Rp3,11 triliun.
Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan Kuartal I-2026 ini, pada perdagangan Rabu (29/4) saham ASGR tercatat naik 1,8 persen di level/posisi Rp1.695.
Related News
Bukti GoPay Telah Jadi Mesin Pertumbuhan dan Laba GoTo, Cek Ya
Penjualan Q1-2026 HMSP Terpangkas Laba Malah Naik, Ini Pemicunya
Dividen Final Bank Mandiri (BMRI) Rp377 per Saham, Yield 8,4 Persen
Laba WINS Melonjak 194 Persen di Q1 2026, Ditopang Kapal High-Tier
Laba IMPC Naik 33 Persen Q1 2026, Targetkan Tembus Rp700M Akhir Tahun
Pendapatan Jasnita (JAST) Naik 48 Persen Q1 2026, Tapi Masih Merugi





