Laba IMPC Naik 33 Persen Q1 2026, Targetkan Tembus Rp700M Akhir Tahun
:
0
PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC)
EmitenNews.com - PT Impack Pratama Industri Tbk. (IMPC) mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal I 2026 dengan pendapatan mencapai Rp1,2 triliun, meningkat 25,4% dibandingkan kuartal I 2025 sebesar Rp937 miliar. Margin laba kotor meningkat dari 39,7% pada kuartal I 2025 menjadi 41,2% pada kuartal I 2026.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, laba bersih Perseroan juga mengalami peningkatan sebesar 32,9% menjadi Rp203 miliar dari Rp152 miliar pada periode sama tahun lalu. Margin laba bersih meningkat dari 16,3% pada kuartal I 2025 menjadi 17,2% pada kuartal I 2026
Manajemen IMPC menyampaikan bahwa secara historis, periode pasca-Lebaran mendorong kinerja seiring normalisasi aktivitas, yang tahun ini terjadi pada kuartal II. Namun, dinamika geopolitik global, khususnya konflik AS-Israel-Iran, memberikan tekanan pada rantai pasok sehingga meningkatkan biaya logistik dan harga bahan baku, serta menyebabkan keterbatasan pasokan polimer.
“Memasuki kuartal II, kami melihat adanya tantangan yang cukup signifikan akibat kondisi global yang tidak menentu. Perseroan akan secara hati-hati mengelola kapasitas produksi di tengah keterbatasan pasokan bahan baku serta tekanan kenaikan harga, dengan tetap menjaga keseimbangan antara profitabilitas dan pangsa pasar,” ujar Haryanto Tjiptodihardjo, Direktur Utama IMPC dalam keterangan tertulis, Selasa (29/4/2026)
Ia menambahkan, di tengah berbagai tantangan tersebut, Perseroan tetap mempertahankan target kinerja untuk tahun 2026, dengan pendapatan sebesar Rp5,1 triliun dan laba bersih di atas Rp700 miliar.
Related News
Strategi PGE (PGEO), Dorong Peningkatan Produksi Listrik
Setelah J&T Cargo, Argo Pantes Amankan Kontrak Baru Rp48M Omya Group
Transformasi TelkomGroup Tunjukkan Hasil, Lihatlah Kinerja InfraNexia
IKBI Bakal Bagi Dividen Rp54,23 Miliar, Cek Jadwal Cum Date
BUMI Ungkap Perkembangan Terbaru Akusisi Perusahaan Tambang Australia
Pendapatan SOTS Naik Rugi Bersih Susut, Status Saham Masih HSC





