Laba Melejit 140 Persen, MSIN Kebut Dual Listing
Gedung MNC Group berdiri dengan kukuh. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - MNC Digital Entertainment (MSIN) mencatat kinerja keuangan solid pada 2025, dengan total pendapatan Rp3,83 triliun, meningkat 18 persen dibanding edisi 2024 senilai Rp3,24 triliun. Pertumbuhan terutama didorong perluasan berkelanjutan ekosistem digital. Itu didukung kinerja kuat dalam konten, IP, monetisasi lainnya, langganan, dan periklanan digital seluruh platform.
Kinerja kuat itu, menyoroti kemampuan MSIN secara efektif memanfaatkan pustaka konten secara luas, memperdalam engagement audiens seluruh platform, dan membuka berbagai aliran monetisasi dalam ekosistem hiburan digital terintegrasi. Pendapatan dari konten, IP, dan sumber lainnya mencapai Rp2,17 triliun, melejit 26 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp1,67 triliun.
Pertumbuhan kuat itu, terutama didorong perluasan berkelanjutan aktivitas produksi konten, khususnya dalam serial drama premium, konten orisinil, dan micro drama, bersamaan dengan peningkatan permintaan untuk lisensi, dan sindikasi konten MSIN di platform domestik dan internasional. Pertumbuhan segmen itu, selanjutnya didukung bisnis agensi media, dan artis, bersamaan dengan perkembangan kuat operasi jaringan MCN.
Saat ini, segmen MCN menangkap tarif CPM internasional lebih tinggi melalui perluasan audiens internasional, sementara layanan digital marketing MSIN telah berkontribusi pada monetisasi lebih kuat, dan mengurangi ketergantungan pada aliran pendapatan berbasis AdSense.
Pendapatan iklan online mencapai Rp856,9 miliar, melejit 2 persen dibanding tahun sebelumnya Rp836,7 miliar. Aliran pendapatan itu, dihasilkan dari penempatan iklan di platform AVOD OTT milik MSIN, RCTI+, terus menarik audiens digital besar dan terus berkembang.
Kinerja stabil itu, mencerminkan permintaan pengiklan berkelanjutan untuk format iklan video digital tertarget, didukung penawaran konten RCTI+ makin luas, engagement user kuat, dan kemampuan platform untuk memberi solusi periklanan berbasis data kepada brand yang mencari campaign digital terukur dan berdampak tinggi.
Pendapatan langganan mencapai Rp869,2 miliar, meningkat 18 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp735,5 miliar. Pertumbuhan terutama didorong perluasan berkelanjutan platform SVOD OTT, Vision+, didukung peningkatan signifikan jumlah pelanggan dari 2,85 juta pada 2024 menjadi 4,9 juta pada 2025.
Peningkatan itu, didukung peningkatan popularitas konten orisinil, dan micro drama Vision+, bersamaan dengan program olahraga eksklusif, dan perluasan kemitraan bundling dengan operator telekomunikasi, dan penyedia layanan internet terkemuka, telah memperluas jangkauan platform, dan memperkuat akuisisi dan retensi user.
Beban langsung meningkat menjadi Rp2,6 triliun, melonjak 23 persen dibanding akhir 2024 sejumlah Rp2,11 triliun. Peningkatan itu, tersebab biaya produksi dan akuisisi konten lebih tinggi karena MSIN meningkatkan fokus pengembangan konten premium berkualitas tinggi, termasuk konten orisinil, dan program eksklusif, untuk lebih memperkuat daya saing platform digital.
Selain itu, pada 2025 menandai peningkatan awal dalam produksi micro drama, format konten pendek baru dirancang untuk menangkap lonjakan permintaan untuk hiburan mengutamakan pengguna seluler. Pergeseran strategis itu, mencerminkan pendekatan MSIN untuk memprioritaskan kualitas konten, dan inovasi format, sambil terus memperluas saluran kontennya di berbagai platform seperti Vision+ dan RCTI+.
Laba kotor meningkat menjadi Rp1,1 triliun, meningkat 9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp1,01 triliun. Itu didorong pertumbuhan pendapatan berkelanjutan seluruh segmen bisnis utama. Margin laba kotor 29 persen turun tipis dari sebelumnya 31 persen, mencerminkan beban langsung lebih tinggi dengan peningkatan investasi produksi konten premium, dan peningkatan pada pengembangan micro drama.
MSIN mencatat EBITDA Rp1,04 triliun, meningkat 33 persen dari posisi sama tahun sebelumnya Rp779 miliar, dengan margin EBITDA menjadi 27 persen dari 24 persen. Laba bersih melesat 140 persen menjadi Rp985 miliar dibanding episode sama tahun sebelumnya Rp410,8 miliar, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 26 persen dari 13 persen.
Kinerja 2025 mencerminkan kekuatan berkelanjutan ekosistem digital terintegrasi MSIN. ”Kami fokus meningkatkan produksi konten premium, memperkuat ekosistem streaming melalui integrasi RCTI+ dan Vision+, sekaligus berekspansi secara internasional melalui peluncuran V+ Short. Saat bersamaan, rencana kami melakukan dual listing bursa internasional dalam memperluas basis investor global, dan memperkuat posisi sebagai perusahaan hiburan digital terkemuka dengan jangkauan internasional terus berkembang,” tegas Angela Tanoesoedibjo, Direktur Utama MNC Digital. (*)
Related News
Siap-siap! BBCA dan BBNI Cairkan Dividen Pekan Ini
Mesin Inovasi Dongkrak Laba FORE 55 Persen
Kinerja Solid! Laba Bersih Era Media (DOOH) Melangit 804 Persen
SUPR Go Private, Protelindo Tender Sukarela Rp45 Ribu per Lembar
Konsolidasi, Danantara Gulung Saham MMI Rp1,02 Triliun
Rugi Menipis, KAEF Berselimut Defisit Rp5,47 Triliun





