EmitenNews.com - Emiten snack makanan minuman, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mengantongi laba bersih sebesar Rp1,70 triliun, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,66 triliun. Pertumbuhan itu ditopang oleh meningkatnya penjualan bersih sebesar Rp17,92 triliun dari Rp17,79 triliun.

Sejalan dengan itu, MYOR juga mencatat efisiensi beban pokok penjualan dari Rp14,01 triliun menjadi Rp13,30 triliun. Hal itu berdampak terhadap perolehan laba kotor yang naik dari Rp3,77 triliun menjadi Rp4,61 triliun.

Dan menilik laporan cashflow, MYOR membukukan penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp19,78 triliun, tumbuh 5,3% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode H1-2025 sebesar Rp18,79 triliun.

Berkat efisiensi pada pembayaran beban operasional dan pemasok yang berhasil ditekan menjadi Rp15,14 triliun atau turun 13%, kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi MYOR melesat tajam 315,8% menjadi Rp4,02 triliun.

Di sisi investasi, MYOR mencatat efisiensi belanja modal dengan pengeluaran kas bersih untuk aktivitasi yang susut 4,01% menjadi Rp318,13 miliar.

Meskipun aktivitas pendanaan menyerap kas hingga Rp4,12 triliun, posisi keuangan perseroan tetap sangat solid. Ditopang keuntungan selisih kurs mata uang asing sebesar Rp170,35 miliar, saldo kas dan setara kas akhir periode MYOR per 30 Juni 2026 tetap tumbuh tebal menjadi Rp5,60 triliun.

Sementara dari sisi neraca, total aset MYOR turun menjadi Rp28,52 triliun dibanding per akhir 2025 dari Rp31,37 triliun. liabilitas turun dari Rp13,01 triliun menjadi Rp10,07 triliun, dan ekuitas naik dari Rp18,36 triliun menjadi Rp18,44 triliun.

Pada perdagangan intraday Selasa (11/8), saham MYOR bergerak di level Rp1.710. Dan secara year to date, saham MYOR terkoreksi hingga 19,72% atau turun 420 poin.