EmitenNews.com -  Kinerja PT Ancara Logistics Indonesia Tbk. (ALII), emiten logistik Grup Bakrie, terpantau sideways dan cenderung terkoreksi tipis hingga akhir September 2026.

Dalam terbitan laporan keuangan interim terbaru dikutip Jumat (30/10/2026), ALII membukukan pendapatan Rp701,51 miliar, turun 8,26% YoY dibandingkan Rp764,71 miliar di 9M25.

Beban pokok pendapatan susut 4,25% YoY menjadi Rp383,35 miliar dari sebelumnya Rp400,37 miliar, namun belum mampu menahan koreksi laba bruto yang turun 12,67% YoY ke Rp318,16 miliar dari Rp364,33 miliar.

Di luar operasional inti, ALII mencatat beban usaha naik 6,94% YoY menjadi Rp66,38 miliar dari Rp62,07 miliar. Imbasnya, laba usaha terkoreksi 16,70% YoY menjadi Rp251,77 miliar dari Rp302,26 miliar.

Pendorong bottom line datang dari penghasilan lain-lain neto yang melonjak 64,85% YoY menjadi Rp141,91 miliar dari Rp86,08 miliar. Alhasil, laba sebelum beban pajak justru naik 1,37% YoY menjadi Rp393,68 miliar dari Rp388,35 miliar.

Setelah dikurangi pajak, laba periode berjalan tercatat Rp328,83 miliar, turun tipis 0,39% YoY dari Rp330,14 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Menengok aspek neraca, total aset ALII per 30 September 2026 naik 3,16% YTD menjadi Rp2,93 triliun dari Rp2,84 triliun per akhir 2025. Total liabilitas lp uturun 5,35% YTD menjadi Rp628,06 miliar dari Rp663,61 miliar, sedangkan ekuitas naik 5,52% YTD menjadi Rp2,29 triliun dari Rp2,17 triliun.