EmitenNews.com - PT Master Print (PTMR) mencatatkan kinerja kontras pada kuartal I-2026. Di tengah penurunan pendapatan, perseroan justru berhasil membukukan lonjakan laba bersih signifikan. PTMR membukukan pendapatan Rp29 miliar kuartal I-2026, turun 19,44 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp36 miliar.

Kendati demikian, perseroan mampu menekan beban pokok pendapatan. Namun, laba bruto tetap tercatat menurun menjadi Rp8,14 miliar atau turun sekitar 12,94 persen dari sebelumnya Rp9,35 miliar. Di sisi lain, pendapatan keuangan melonjak 416,69 persen menjadi Rp2,94 miliar dari tahun lalu Rp569 juta.

Kenaikan tersebut mendorong laba usaha PTMR naik 71,53 persen menjadi Rp4,70 miliar dibanding periode sama tahun lalu Rp2,74 miliar. Selanjutnya, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp4,63 miliar, meningkat sekitar 99,57 persen dari sebelumnya sebesar Rp2,32 miliar.

Laba bersih tahun berjalan dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp4,23 miliar, melonjak 154,82 persen dibanding tahun lalu Rp1,66 miliar. Meski laba meningkat, laba per saham (EPS) justru turun 51,32 persen menjadi Rp2,21 dibanding periode sama tahun lalu Rp4,54 per saham.

Dari sisi neraca, total aset PTMR tercatat sebesar Rp122 miliar pada kuartal I-2026, naik tipis sekitar 1,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp120 miliar. Aset tersebut terdiri dari aset lancar sebesar Rp95 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp26 miliar.

Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp45 miliar, turun sekitar 6,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp48 miliar. Liabilitas tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp34 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp13 miliar.

Sedangkan ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp76 miliar, meningkat sekitar 5,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp72 miliar. Meski begitu, hingga saat ini saham PTMR masih berada dalam status suspensi oleh Bursa Efek Indonesia, dengan posisi terakhir di level Rp130. (*)