EmitenNews.com - Soechi Lines (SOCI) sepanjang 2025 membukukan laba USD7,66 juta. Anjlok 55,28 persen dari episode sama akhir tahun sebelumnya senilai USD17,13 juta. Oleh sebab itu, laba per saham dasar dan dilusian susut menjadi USD0,0011 dari sebelumnya USD0,0024. 

Capaian kinerja laba tahun berjalan perseroan tersebut dipengaruhi adanya rugi atas pelepasan aset tetap – neto senilai USD7,6 juta, sehubungan dengan pelepasan 2 unit kapal pada 2025. Rugi atas pelepasan kedua kapal merupakan rugi bersifat nonkas (non-cash item). Kedua kapal yang dilepas tersebut telah memberi kontribusi pendapatan selama hampir 15 tahun. 

Kedua armada kapal tersebut masing-masing telah berusia 25 tahun, dan 30 tahun. Perseroan memiliki kebijakan untuk melepas kapal yang usianya telah tinggi, dan tidak lagi efisien dalam kegiatan operasioanal. Perseroan akan melihat peluang untuk mengakuisisi kapal dengan usia lebih rendah.

Di sisi lain, pendapatan perseroan USD155,32 juta, susut dari USD165,63 juta. Pendapatan itu terdiri dari pendapatan segmen pelayaran senilai USD135,5 juta, pendapatan segmen galangan kapal senilai ASD19,7 juta, dan pendapatan lain-lain senilai USD44,8 ribu. Pada pendapatan segmen pelayaran, perseroan mencatat pendapatan time charter senilai USD115,1 juta, dan pendapatan spot charter senilai USD20,4 juta pada 2025. 

Secara keseluruhan, industri penyewaan kapal tanker masih sangat baik sepanjang tahun buku 2025, baik untuk permintaan penyewaan pasar Indonesia maupun untuk pelayaran internasional. Perseroan mencatat utilisasi rata-rata armada kapal pada tingkat 86 persen pada 2025.

Pada pendapatan segmen galangan kapal, perseroan tercatat menangani sebanyak 37 unit kapal, utamanya merupakan pekerjaan dry docking, dan reparasi kapal. Perseroan melihat peluang pasar masih sangat baik dari segmen pekerjaan perbaikan & perawatan kapal pada 2025, memperhatikan agar dapat layak operasi di perairan, setiap kapal perlu melakukan perawatan secara rutin di galangan kapal.

Beban pokok pendapatan USD114,09 juta, turun dari USD123,75 juta. Laba kotor USD41,22 juta, susut dari USD41,88 juta. Beban usaha USD11,24 juta, menciut dari USD11,25 juta. Laba usaha USD29,98 juta, turun dari USD30,62 juta. 

EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation, & Amortization) atau laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, & amortisasi senilai USD62,9 juta. EBITDA itu, tumbuh 2,6 persen dibanding edisi sama tahun buku 2024. Pertumbuhan EBITDA ditopang soliditas kinerja marjin profitabilitas. Perseroan mencatat marjin EBITDA 40,5 persen dibanding akhir 2024 sebesar 37,0 persen. (*)