Laba Tebal, Valuasi Murah! Asuransi Umum Jadi Incaran

Ilustrasi: sejumlah produk aduransi
EmitenNews.com - Emiten asuransi umum telah mengungkapkan kinerja semester I 2025. Profitabilitas dan marjin laba bersih menjadi sorotan pelaku pasar di tengah implementasi PSAK 117.
Sesuai dengan peraturan OJK, tahun 2025 menjadi momentum penting untuk industri asuransi umum karena bertepatan dengan implementasi PSAK 117.
Mengacu pada laporan keuangan konsolidasian semester I 2025, berbagai perusahaan asuransi umum sudah merilis kinerja keuangannya sesuai dengan format PSAK 117.
Namun menurut catatan analis Ryan Santoso dari BCA Sekuritas emiten asuransi umum yang sudah mengimplementasikan PSAK 117 mengalami penurunan kinerja secara tahunan dari sisi hasil jasa asuransi, pendapatan hingga laba bersih.
“Ada penyesuaian dan restatement menggunakan PSAK ini dan tren dari sisi top line maupun bottom line turun. Ini kondisi masih wajar karena adanya penyesuaian sehingga ada earnings volatility” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa dengan implementasi PSAK 117 akan menjadi katalis positif lain juga sudah ‘settle’ karena akan mengikuti standard global yang lebih transparan dan mencerminkan kinerja yang apa adanya. Selain itu dengan standard baru ini investor juga bisa lebih apple to apple dalam membandingkan kinerja emiten asuransi.
Di tengah penerapan PSAK baru, Ryan Santoso melihat investor tidak perlu terlalu mencemaskan volatilitas laba yang sifatnya kemungkinan jangka pendek. Ia bahkan menyarankan untuk memantau emiten-emiten yang superior dari sisi marjin laba dan memiliki valuasi atraktif.
Salah satu perusahaan asuransi umum yang menurut Ryan Santoso atraktif adalah PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk / Tugu Insurance (TUGU). Selain dari sisi posisi anak usaha Pertamina yang masuk market leader asuransi umum dan memiliki nilai kapitalisasi pasar yang terbesar, Ia melihat TUGU memenuhi kriteria saham yang atraktif.
“Marjin laba bersih semester I 2025 mencapai 41% dibandingkan peers listed yang juga sudah gunakan PSAK 117 marjin laba bersihnya di kisaran 35-38%” jelasnya.
Dari sisi valuasi saham TUGU juga termasuk murah. Rasio Price to Book Value (PBV) TUGU saat ini berada di 0,3x dan rasio Price to Earnings (PER) masih di bawah 10x.
“Valuasi dengan pendekatan apapun PBV, PER murah. Bahkan market cap di bawah total aset investasi yang dimiliki Perusahaan. Poin plus lainnya dividennya konsisten dan besar secara yield. Jadi salah satu saham defensif yang dapat dipertimbangkan untuk masuk ke dalam portofolio investasi” tambah Ryan Santoso.
Untuk diketahui, TUGU sudah mulai implementasi PSAK 117 sejak awal tahun 2025 dan Pada Semester I 2025, TUGU melaporkan hasil jasa asuransi sebesar Rp303 miliar, total pendapatan usaha bersih sebesar Rp877 miliar dan laba bersih yang diatribusikan untuk pemilik entitas induk sebesar Rp358 miliar. (**)
Related News

HRTA Teken Jual-Beli Logam Mulia

BEI Akhirnya Setop 5 Saham Terbang Ratusan Persen

9 Saham Disorot BEI, Satu ARA Sisanya Loyo

Dua Saham Ngebut Lepas Suspensi, Satu Masih Ngegas ARA

Tuntas, SILO Alihkan 20,96 Juta Saham Treasuri

Emiten Prajogo (PTRO) Tarik Pinjaman Rp2,5 T, Telisik Alokasinya