EmitenNews.com - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Hari Raya Iduladha atau 10 Zulhijah 1443 H atau pada, Kamis 9 Juli 2022 M. Pada Hari Raya Iduladha, selain melaksanakan Ibadah Haji, bagi seorang muslim juga disunnahkan untuk berkurban.
Di Indonesia, berkurban umumnya dengan kambing atau satu ekor sapi untuk 7 orang. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Pusat pada penyelenggaraan Hari Raya Iduladha 1443 H ini kembali membuka donasi untuk hewan kurban.
Joko Intarto, Pengurus LazisMU Pusat menuturkan di LazisMu dengan membayar Rp2,8 juta seharga satu ekor kambing atau domba untuk kurban, shohibul kurban tidak perlu repot-repot lagi. Sebab, dengan uang segitu sudah diolah menjadi rendang dan dikemas dalam kaleng atau pouch.
“Seekor domba bisa dibuat rendang sebanyak 30 kaleng atau 55 pouch. Lazismu akan membagikan sebagai menu makan anak-anak panti asuhan sepanjang tahun,” ungkapnya dalam siaran persnya, Kamis (16/6).
Kemasan rendang atau dalam bentuk olahan lain tersebut selain akan disalurkan ke panti-panti asuhan juga akan disalurkan kepada kelompok yang membutuhkan. Termasuk kepada penyintas bencana, seperti yang selama dilakukan oleh LazisMu yang bekerjasama dengan MDMC ketika terjadi bencana.
Pilihan model kemasan olahan daging kurban dalam kaleng akan menjadikan daging awet atau tahan lama, sehingga tidak mudah basi atau rusak. Kemasan tersebut menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan.
Selain itu daging yang sudah diolah memudahkan para penerima ketika mengkonsumsinya. Di tengah naiknya bahan pokok seperti sayuran termasuk cabe, minyak goreng, dan lain sebagainya, daging kurban olahan kemasan kaleng yang disalurkan oleh LazisMu ini adalah solusi bagi kelompok rentan yang sulit mencukupi kebutuhan harian. Bagi yang berminat menyalurkan kurban melalui LazisMu bisa mengakses situs https://lazismu.org/.(fj)
Related News
Purbaya: Lewat Batas, Anggaran Tak Terpakai, Kita Tarik atau Hangus!
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?





