EmitenNews.com - Perusahaan perbankan plat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap menyalurkan kredit. Namun, bank bersandi saham BBRI ini juga akan menempatkan dana ke surat berharga untuk mengoptimalkan likuiditas.


Sekretaris Perusahaan Bank BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan Instrumen SBN masih menjadi alternatif instrumen yang dapat dioptimalkan oleh sektor perbankan.


Bank BRI meyakini adanya prospek yang sangat baik, khususnya di saat pertumbuhan kredit masih dipengaruhi oleh pandemi dan kondisi likuiditas yang cukup.


“Penempatan pada SBN tetap dilakukan dengan mengedepankan prinsip pengelolaan risiko yang optimal dengan melakukan shortening duration. Yakni focus building dilakukan dengan membeli SBN tenor pendek,” ujar Aestika


Selain itu, pengaturan komposisi portofolio amortized cost juga merupakan salah satu strategi yang dilakukan dalam memitigasi risiko pasar akibat volatilitas harga SBN.


Ke depan, BRI juga optimis bahwa SBN masih memiliki daya tarik imbal hasil yang baik di mata investor.


“BRI akan terus memperhatikan perkembangan rencana tapering off dan menyesuaikan strategi pengelolaan portofolio SBN sesuai proyeksi ekonomi terkini. Dengan mengedepankan pengelolaan risiko yang optimal melalui monitoring portofolio secara rutin dan intensif,” jelasnya.


Ia menyatakan BRI mencatatkan pertumbuhan penempatan dana di SBN sebesar 15,31% yoy menjadi Rp 284 triliun per November 2021.