EmitenNews.com -Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membuka peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan mendukung pengambilan keputusan. Namun, penggunaannya juga membawa risiko, mulai dari kebocoran data dan informasi keliru hingga penipuan yang dapat berdampak pada keuangan serta reputasi perusahaan.

Merespons kebutuhan tersebut, BDO di Indonesia bersama Ikatan Komite Audit Indonesia (IKAI) menyelenggarakan IKAI Morning Coffee bertema “AI Governance: Practical Oversight Strategies for Audit Committee” di Flavor Junction, Prudential Tower, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh anggota IKAI dengan berbagai latar belakang dan posisi seperti Dewan Komisaris, Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Direksi dari perusahaan-perusahaan BUMN, perusahaan tercatat, perusahaan swasta hingga lembaga negara.

Forum ini menghadirkan Reza Aminy, Associate Director IT & Digital BDO di Indonesia sebagai pembicara utama. Selain berbagi pengetahuan, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan menyegarkan pemahaman mengenai fungsi pengawasan atau oversight di tengah perkembangan teknologi.

Dalam pembukaan acara, Maliki Heru Santosa, Ketua Dewan Pengurus IKAI, menekankan pentingnya pertukaran pengalaman antaranggota untuk memperkuat pelaksanaan fungsi komite audit, “Networking dan berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam memperkuat peran komite audit. Melalui forum ini, anggota dapat menyegarkan pengetahuan dan memperluas perspektif agar fungsi pengawasan tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi perusahaan.”

Sejalan dengan hal tersebut, Humbul Kristiawan, selaku Chief Strategy Officer BDO di Indonesia sekaligus Anggota Dewan Pengurus IKAI, menyampaikan bahwa kolaborasi antara praktisi dan komunitas komite audit dapat membantu memperkuat kesiapan pengawasan organisasi.

“Kolaborasi ini menjadi kesempatan untuk membangun jejaring sekaligus menyegarkan pemahaman mengenai fungsi oversight. Pertukaran wawasan dan pengalaman diharapkan dapat membantu komite audit menjalankan pengawasan yang lebih efektif,” ujar Humbul Kristiawan.

Menyambung pentingnya efektivitas pengawasan tersebut, Thano Tanubrata, CEO BDO di Indonesia, menyoroti salah satu tantangan krusial saat ini. Ia menekankan bahwa keamanan data merupakan persoalan nyata yang dapat memengaruhi kepercayaan pelanggan dan keberlangsungan bisnis. Pesatnya perkembangan AI perlu diimbangi dengan kesiapan kebijakan, pengendalian, dan pengawasan perusahaan.

“Kebocoran data dapat menimbulkan kerugian finansial sekaligus merusak reputasi. Komite audit perlu memastikan organisasi memiliki tata kelola yang memadai agar adopsi AI tetap menjaga kepercayaan pelanggan dan keberlangsungan bisnis,” ujar Thano Tanubrata.

Tata Kelola Perlu Disiapkan Sejak Awal

Dalam paparannya, Reza menjelaskan berbagai risiko penggunaan AI, termasuk penyalahgunaan deepfake untuk menyamar sebagai pimpinan dalam rapat daring, chatbot yang memberikan informasi keliru, serta hasil AI yang memuat referensi tidak nyata.