LOPI Private Placement 110 Juta Lembar, Simak Tujuannya
:
0
Pengurus Logisticsplus menilik dari denet gerak perdana saham perseroan via layar di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Logisticsplus (LOPI) bakal menggeber private placement 110.001.125 helai alias 110 juta lembar. Penerbitan saham baru itu, dibalut dengan nilai nominal Rp25 per saham. Pengeluaran saham anyar setara 10 persen dari saham ditempatkan, dan disetor penuh itu, akan dilakukan setelah mendapat izin investor.
Private placement akan dilakukan dalam tempo 2 tahun sejak mengantong restu investor. Nah, untuk mendapat izin tersebut, perseroan akan menyelenggarakan rapat umum pemegang saham luar biasa pada 2 Juni 2026 mendatang. Investor bisa terlibat harus tercatat sebagai pemegang saham alias recording date pada 6 Mei 2026.
Pelaksanaan private placement sebagai bagian dari upaya penguatan struktur permodalan, dan peningkatan fleksibilitas keuangan perusahaan. Seiring pertumbuhan kegiatan usaha, perseroan butuh struktur modal lebih kuat, dan sehat untuk menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan kapasitas pendanaan, dan memperbaiki rasio keuangan secara relevan.
Penguatan struktur modal itu, diharapkan dapat meningkatkan daya tahan perseroan terhadap dinamika industri, dan mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan. Melalui langkah itu, perseroan bertujuan untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan sekaligus memastikan tersedianya sumber daya memadai untuk mendukung pertumbuhan, dan peningkatan nilai jangka panjang bagi pemegang saham atau pemangku kepentingan.
Dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku, seluruh dana hasil private placement, akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk modal kerja, penambahan outlet, pembelian saham dan/atau aset, dan/atau penyertaan saham pada satu atau lebih perusahaan industri yang relevan dengan kegiatan usaha grup perseroan. (*)
Related News
Bangkit! GIAA Pangkas Rugi Kuartal I 2026, Ini Pemicunya
RUPST Hari Ini, ASII Usulkan Dividen Final Rp292 per Lembar
Pendapatan Melejit 55 Persen, WSKT Timbun Defisit Rp20,89 Triliun
BELL Bagi Dividen, Southern Buang 107,64 Juta Lembar
WSBP Catat Pendapatan Naik, Rugi Rp144 Miliar Kuartal I
IPCC Siapkan Capex Rp30 Miliar, Bidik Pertumbuhan Revenue 12 Persen





