EmitenNews.com - Matahari (LPPF) bakan menebar dividen tunai Rp556,82 miliar. Alokasi dividen tersebut diambil sekitar 76,80 persen dari koleksi laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp725,37 miliar. So, para pemodal akan mendapat jatah dividen Rp250 per lembar. 

Merujuk penutupan perdagangan saham emiten Lippo Group itu di level Rp1.925, dengan dividen Rp250 per helai, dividen yield diterima investor selevel dengan 12,98 persen. Selanjutnya, sisa laba bersih Rp168,55 miliar dicatat sebagai saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan tidak dibatasi. 

Jadwal Pembagian Dividen

Rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2025 itu, sesuai dengan hasil RUPS Tahunan pada 15 April 2026 sebagai berikut. Cum dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 23 April 2026. Ex dividen pasar reguler dan pasar negosiasi pada 24 April 2026. Cum dividen pasar tunai pada 27 April 2026. 

Ex dividen pasar tunai pada 28 April 2026. Daftar pemegang saham berhak dividen alias recording date pada 27 April 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran dividen pada 4 Mei 2026. Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2025. Ya, sepanjang 2025, LPPF mencatat laba bersih Rp725,37 miliar.   

Kinerja Kurang Memuaskan

Torehan laba itu, anjlok 12,35 persen dari edisi sama tahun 2024 senilai Rp827,65 miliar. Pendapatan bersih Rp5,78 triliun, turun tipis 9,54 persen dari edisi sama tahun sebelumnya Rp6,39 triliun. Itu terdiri dari Rp3,33 triliun, susut dari Rp3,65 triliun. Penjualan konsinyasi Rp2,44 triliun, terkoreksi dari Rp2,73 triliun. Pendapatan jasa Rp6,72 miliar, terdilusi dari Rp10,37 miliar. 

Beban pokok pendapatan Rp1,97 triliun, turun dari Rp2,13 triliun. Laba kotor Rp3,81 triliun, menciut dari Rp4,26 triliun. Beban usaha Rp2,78 triliun, menipis dari Rp2,97 triliun. Keuntungan lainnya Rp103,37 miliar, meroket dari Rp20,03 miliar. Laba operasi Rp1,13 triliun turun tipis dari Rp1,27 triliun. 

Jumlah ekuitas terkumpul senilai Rp272,9 miliar, mengalami penyusutan dari akhir tahun 2024 sejumlah Rp325,78 miliar. Total liabilitas tercatat Rp4,86 triliun, menyusut dari akhir tahun sebelumnya Rp4,81 triliun. Jumlah aset Rp5,13 triliun, turun tipis dari akhir tahun sebelumnya Rp5,14 triliun. Saldo laba ditahan Rp3,85 triliun. (*)