EmitenNews.com - Bank Negara Indonesia (BBNI) melunasi negotiable Certificate of Deposit (NCD) Rp1 triliun. Sertifikat deposito tanpa warkat (Scriptless) itu, berbentuk rupiah tahun 2022 seri C. Pelunasan telah dilakukan pada 8 Desember 2023.
Transfer dana telah dilakukan melalui PT Kustodian Central Efek Indonesia (KSEI). ”Pada 8 Desember 2023, perseroan telah melunasi pokok atas NCD rupiah BNI tahun 2022 seri C melalui KSEI,” tegas Okki Rushatomo, Corporate Secretary Bank BNI.
Tahun lalu, Bank BNI menerbitkan NCD sebesar Rp3 triliun. NCD itu, terdiri dari rupiah Rp2,5 triliun, dan dolar AS USD31,5 juta atau ekuivalen Rp500 miliar. Dana hasil NCD, setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya untuk ekspansi kredit dalam pengembangan bisnis.
”Itu sesuai rencana perseroan mencari tambahan pendanaan selain dari Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan BNI khususnya pendanaan kredit, dan pinjaman jangka panjang," ucap Direktur Treasury BNI Putrama Wahju Setyawan.
Minat investor atas penerbitan NCD tersebut tercatat cukup tinggi. Di mana, untuk NCD rupiah mencapai oversubscribed 2,4 kali, dan untuk NCD USD oversubscribed 1,6 kali pada tahapan bookbuilding. NCD itu, telah didaftarkan di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan nama NCD Rupiah BNI Tahun 2022 dan NCD US Dollar BNI Tahun 2022.
NCD rupiah diterbitkan dengan tiga seri yaitu seri A jangka waktu enam bulan dengan tingkat bunga 5,9 persen, seri B jangka waktu sembilan bulan dengan bunga 6 persen, dan seri C jangka waktu 12 bulan dengan suku bunga 6,2 persen, sedangkan untuk NCD dolar AS, hanya diterbitkan dalam satu tenor yaitu enam bulan dengan bunga 4,25 persen. (*)
Related News
Emiten Gocap GRPH Ungkap Aksi Divestasi Saham Pengendali
Dua Hari Beruntun, Pengendali WINR Lepas Ratusan Juta Saham Rp6,19M
Bank BJB Tawarkan Obligasi Rp932 Miliar, Bunga Hingga 6,25 Persen
Kepepet Utang! BAJA Minta Izin Rights Issue 1 Miliar Saham Baru
Pemegang Saham ATIC Setujui Right Issue, Terima Pengunduran Diri Jonan
KKGI Defisit 93 Persen Laba Bersih di 2025, Tersisa USD2,42 Juta





