Mahfud MD Masih Cari Waktu dengan Sri Mulyani Bahas Utang Negara ke Jusuf Hamka
:
0
Pengusaha Jusuf Hamka (kiri) dengan Menko Polhukam. dok. Tribun.
EmitenNews.com - Pengusaha Jusuf Hamka masih harus bersabar menunggu pelunasan tagihannya kepada pemerintah. Menko Polhukam Mahfud Md mengaku masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut perihal utang negara ke pengusaha jalan tol itu. Untuk itu, masih menunggu pertemuannya dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Kepada pers, seperti dikutip Kamis (29/6/2023), Mahfud mengaku masih menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan masalah tersebut Menkeu Sri Mulyani sebagai bendahara negara. Pasalnya, keduanya sama-sama sibuk. Sri Mulyani banyak berkunjung ke luar negeri, London, Paris, dan lain-lain sebagainya. Ia juga kerap melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah.
Tetapi, Menteri Mahfud memastikan persoalan utang negara ke Jusuf Hamka akan diselesaikan. Dia menilai hal itu sebagai kewajiban negara dalam memberikan kepastian kepada rakyatnya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini, pernah menyebutkan ditugasi Presiden Joko Widodo untuk menangani masalah utang negara ke masyarakat, swasta, termasuk pihak pengusaha. Jadi, tidak hanya Jusuf Hamka.
"Ini masalah negara yang harus juga diselesaikan, tidak boleh negara memburu-buru orang yang punya utang kepada negara. Tetapi, kewajiban negara atau utang negara kepada rakyat diambangkan terus, direview terus selama bertahun-tahun itu tidak boleh," kata Mahfud Md.
Meski begitu, Mahfud mengaku tidak ingin terburu-buru dalam menyelesaikan persoalan terkait utang ke Jusuf Hamka. Masih akan mencari momen tepat, agar semua berjalan baik. "Karena ini hubungan keperdataan, utang piutang, nanti selesaikannya tidak usah buru-buru. Dalam arti kita cari waktu yang tepat untuk berbicara.”
Related News
Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei
Mari Belajar dari Cara Habibie Jinakkan Dolar AS, Rupiah jadi Perkasa
Imbas Pencurian Ratusan Tas Lululemon, Pengawasan Bandara Diperketat
Investor Asing Masih Lirik Properti RI, Segmen Logistik Paling Moncer
PLN Indonesia Power Ekspansi ke Bangladesh, Bidik Proyek PLTS 495 MW
Lambang Perjuangan Lawan Kolusi Itu, Buruh Bernama Marsinah





