Makin Agresif, Prajogo Lego Saham CUAN Rp467,96 Miliar
:
0
Sebuah alat berat tengah beraksi di area pertambangan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Prajogo Pangestu agresif menggunting lipatan saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Itu dilakukan orang tertajir dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai Pulau Rote tersebut dengan melucuti 386.277.500 saham perseroan. Transaksi divestasi sebanyak lima kali tersebut ditahbiskan pada 30 April 2026, dan 4 Mei 2026.
Penjualan dilakukan dengan kisaran harga Rp1.180-1.267 per lembar. Menyusul skema harga itu, Prajogo mengantongi dana taktis senilai Rp467,96 miliar. Transaksi lima kali periode 30 April 2026, dan 4 Mei 2026.
Pada 30 April 2026 transaksi penjualan terjadi dua kali. Pertama, Prajogo menjual 66.033.800 helai Rp1.267 per saham senilai Rp83,66 miliar. Lalu, melepas 86.057.700 helai Rp1.221 per saham sebesar Rp105,07 miliar. Selanjutnya, penjualan pada 4 Mei 2026 dilakukan tiga kali transaksi. Pertama, melepas 12 juta lembar dengan harga Rp1.187 per helai senilai Rp14,24 miliar. Kedua, melego 94.186.000 lembar seharga Rp1.180 per saham sejumlah Rp111,14 miliar.
Dan, ketiga melepas 128 juta helai pada Rp1.202 per saham sebesar Rp153,85 miliar. Dengan penuntasan transaksi itu, koleksi saham CUAN dalam genggaman Prajogo tersisa 91,39 miliar eksemplar setara dengan 81,2979 persen. Susut 0,3436 persen dari sebelum transaksi 91,78 miliar saham alias 81,6415 persen.
Sebelumnya, periode 27,28, dan 29 April 2026, Prajogo melego 782,9 juta saham. Divestasi dengan kisaran harga Rp1.289-1.321 per helai senilai Rp1 triliun. Aksi jual dilakukan Prajogo bertujuan untuk menambah porsi kepemilikan saham free float. Langkah diambil Prajogo seiring dengan kebijakan teranyar soal aturan free float.
Sang Dewa Penyelamat
Lalu, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC) oleh bursa efek indonesia (BEI), beberapa waktu lalu. Berdasar data BEI per 31 Maret 2026, sembilan perusahaan tercatat berstatus HSC. Yaitu, Lima Dua Lima Tiga (LUCY) 95,47 persen, Ifishdeco (IFSH) 99,77 persen, Barito Renewables Energy (BREN) 97,31 persen, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 95,76 persen.
Abadi Lestari Indonesia (RLCO) 95,35 persen, Rockfields Properti Indonesia (ROCK) 99,85 persen, Satria Mega Kencana (SOTS) 98,35 persen, Samator Indo Gas (AGII) 97,75 persen, dan Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) 95,94 persen. Selain berstatus HSC, dan free float minimalis, perusahaan tercatat haram masuk LQ45, IDX30, dan IDX80.
Berdasar data terbaru konstituen LQ45, emiten besutan Prajogo Pangestu yaitu Barito Energy (BREN) terdepak. Selain itu, BREN juga terlempar dari IDX80. Posisi BREN di LQ45 ditempati oleh CUAN yang tampil sebagai dewa penyelamat. Lalu, di IDX80, kursi BREN diambil alih oleh Chandra Asri (TPIA).
Kinerja Positif Kuartal I 2026
Related News
ISAT Jadwal Dividen Jumbo, Cum Date 13 Mei 2026
Cum Date Dividen Bank BJB (BJBR) Hari Ini, Segini Besarannya
SOTS Berbalik Untung, Laba Meroket 116,98 Persen, dan Berstatus HSC
NICL Bagi Dividen Rp382,88 Miliar, Cum Date 12 Mei 2026
Perluas Ekspor ke Vietnam, Kemendag Beberkan Kelebihan Cimory (CMRY)
Menuju Transformasi Hijau, PT PP Komit Jadikan ESG Sebagai DNA Bisnis





